Tajuk Rencana

Fenomena Kerajaan Baru

24 Januari 2020 - 12.22 WIB

(RIAUPOS.CO) -- Bahwa kejayaan masa lalu negeri ini patut dibanggakan, memang iya. Beberapa kerajaan di Nusantara bahkan telah menggetarkan dunia di masanya. Nostalgia ke arah itulah yang coba diangkat beberapa oknum untuk menjayakan diri dan kelompoknya. Bahkan disinyalir ada aksi tipu-tipu dan tindak kriminalitas di sana.

Beberapa kerajaan baru yang menghebohkan publik secara serentak belakangan ini adalah  Keraton Agung Sejagat (KAS), Sunda Empire, dan Kesultanan Selaco atau Selacau Tunggul Rahayu. Satu di antaranya yakni KAS, disinyalir melakukan aksi penipuan kepada masyarakat. Mereka melakukan kirab, pelantikan pejabat keraton dengan memungut biaya kepada masyarakat.

Anehnya, cukup banyak masyarakat yang percaya pada dongeng dan cerita fiktif yang didedahkan para penipu ulung ini. Pengikut KAS diidentifikasi sejumlah 450 orang. Mereka percaya kepada bual raja dan ratu abal-abal ini. Mereka bahkan rela membayar mahal untuk dapat menjadi pengikut kerajaan. Perihal pungutan inilah yang membawa raja dan ratu palsu itu ke balik jeruji.

Toto Santoso Hadiningrat selaku Raja Keraton Agung Sejagat dan Fanni Aminadia selaku Ratu Keraton Agung Sejagat saat ini terjerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Keduanya pun sudah menjalani proses hukum.

Mengapa banyak masyarakat tergiur menjadi anggota Keraton Agung Sejagat? Inilah Indonesia. Rakyatnya baik hati, mudah diperdaya, gampang dibohongi.

Tapi berbeda dengan KAS, atau Sunda Empire, Kesultanan Selaco lebih terbuka, tak memungut iuran dari anggota, kendati punya kesamaan pada sisi pengada-adaan dan menjual imajinasi. Kesultanan Selaco bahkan punya situs, website, channel YouTube, dan media sosial sendiri. Dari sanalah mereka mencoba eksis dan memamerkan aktivitasnya. Mereka mengaku punya sumber dana dari Bank Swiss, membawahi organisasi dunia, dan memiliki banyak ramalan tak masuk akal yang ironisnya dipercayai para pengikutnya. Inilah Indonesia.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  2020-09-18.jpg