Tajuk Rencana

Corona dan Ekonomi Kita

10 Februari 2020 - 10.49 WIB

Wabah virus corona menimbulkan banyak dampak. Tak hanya kecemasan dan kekhawatiran banyak kalangan atas keganasan virus tersebut. Jangka panjang kondisi ini akan berdampak pada sektor ekonomi, karena negara Cina sebagai pusat munculnya virus corona merupakan negara besar dengan kekuatan ekonomi yang sangat dominan.

Kebijakan pemerintah menghentikan impor sebagian komoditas dan pembatasan akses penerbangan dari dan ke Cina akibat wabah virus corona pun berbuntut. Pemerintah Cina menilai Indonesia overreaction. Sebaliknya pemerintah meminta Cina pengertian.

Sikap pemerintah Indonesia seperti yang disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, hampir semua negara mengambil kebijakan serupa dengan Indonesia. Baik itu soal pembatasan akses penerbangan maupun impor komoditas tertentu. Kebijakan pembatasan itu diambil untuk menghindari dampak buruk mewabahnya virus korona di Cina. Ma’ruf juga menegaskan kebijakan pembatasan itu bersifat sementara.

Tentu kita berharap pemerintah Cina bisa memahami dan pengertian bahwa kebijakan pembatasan itu bukan karena ingin merusak hubungan kedua negara sebab Cina sendiri tidak ingin virus corona itu menjangkiti banyak negara lainnya. Buktinya, warga negara asing yang diduga terjangkit corona tidak boleh keluar Cina.

Kini penghentian sementara impor komoditas dari Cina hanya untuk produk-produk hewani yang memang dilarang. Kebijakan itu diambil untuk menjaga masyarakat Indonesia tidak terdampak merebaknya virus corona di Cina.

Dampak ekonomi tak hanya di sektor perdagangan saja, tetapi juga penghentian sementara direct flight dari dan menuju daratan Cina. Padahal selama ini kunjungan dan wisata antara Cina dan Indonesia termasuk dominan. Tentu saja penghentian ini berdampak luar biasa pada sektor pariwisata dan transportasi udara.

Akan hal yang disampaikan Menhub bahwa penghentian penerbangan tersebut tidak berlaku bagi angkutan logistik, baik udara maupun laut. Koneksitas logistik bakal tetap jalan. Artinya, lalu lintas angkutan barang baik melalui udara maupun laut tetap dijalankan dari Cina menuju Indonesia atau sebaliknya. Alasannya, belum ada temuan-temuan ada penularan virus Korona melalui barang/kargo.

Atas kondisi yang masih mencemaskan rakyat seperti ini kita berharap pemerintah betul-betul bijak dan hati-hati dalam mengambil langkah.***



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  2020-03-29.jpg