Tajuk Rencana

Acaman Virus Corona dan Eks-ISIS

14 Februari 2020 - 10.45 WIB

Tugas pemerintah melindungi warganya, mulai dari ancaman penyakit, seperti ancaman virus corona di Cina, sehingga pemerintah harus mengasingkan WNI yang telah pulang. Setelah dipastikan aman, sehat, maka pemerintah akhirnya mengembalikan WNI yang dari Cina itu ke kampung halamannya.

Tugas pemerintah melindungi warganya, baik warga yang baru pulang dari Cina, maupun warga Indonesia di yang bermukim di dalam negeri, agar tidak terkena penyakit virus corona.

Begitu juga sikap pemerintah terhadap WNI eks-ISIS, apakah mereka langsung bisa berbaur dengan warga Indonesia di dalam negeri? Ideologi ISIS yang dianggap membahayakan NKRI, tentunya membahayakan, makanya pemerintah pun menyiapkan mekanismenya, sehingga eks-ISIS tidak bisa langsung berbaur dengan warga lainnya di dalam negeri.

Inilah tugas pemerintah menjaga keamanan, baik keamanan dalam hal penyakit fisik, maupun pemikiran yang membahayakan pemerintah. Satu sisi pemerintah harus melindungi WNI yang baru pulang dari Suriah (eks-ISIS), namun di sisi lain, pemerintah juga harus melindungi jutaan warganya dari ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Di zaman serba mudah diekses saat ini, batas satu pemerintah dengan pemerintah lainnya sangat tipis. Apa yang terjadi di dalam negeri akan mudah diekses oleh warga di negara yang berbeda.

Sering dikatakan semua manusia adalah warga bumi, saling menyapa, saling memberi kontribusi yang baik untuk kemakmuran manusia. Makanya kebijakan suatu negara untuk menyelamatkan bumi, sehingga kebijakan suatu pemerintah itu dalam rangka keselamatan dan perdamaian dunia.

Kasus virus corona dan ISIS memberi gambaran bahwa semua pendudukan dunia melawan sesuatu yang membahayakan penduduk bumi. Termasuk perlawanan semua bangsa terhadap narkoba, karena dianggap membahayakan jiwa dan keselamatan penduduk bumi. Kita penduduk bumi, kita juga penduduk suatu negara, bersama menuju kehidupan yang lebih baik.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

Fekon Unand

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-03.jpg