Tajuk Rencana

Tetap Harus Waspada Virus Corona

19 Februari 2020 - 12.03 WIB

Langkah pemerintah Indonesia memproteksi rakyatnya dari serangan virus corona pantas diapresiasi. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang terserang di dalam negeri. Memang ada empat saudara kita yang terkena, tapi posisinya di Singapura dan Jepang.

Bersyukur memang pantas. Tapi tidak boleh berpuas hati. Sebab penyebaran virus ini terus merambat ke beberapa negara. Termasuk di negeri tetangga, sesama Asia Tenggara.

Pemerintah Cina pun belum mampu mengatasi virus baru ini. Sehingga tidak tertutup kemungkinan menyerang siapa saja. Termasuk rakyat Indonesia.

Lebih baik kita memperbesar rasa tawakal dan ikhtiar agar Indonesia tetap terbentengi dari pagebluk atau wabah itu. Dan, mengharap wabah segera sirna dari mana pun tempat yang terkena. Di negara kita, perlu terus didukung koordinasi dan sinergi dalam mencegah dan mencegat wabah yang masih belum ada tanda-tanda mereda itu.

Kematian sudah mendekati angka seribu dari angka kejangkitan yang melewati 40 ribu orang. Terutama di sekitar ground zero-nya yakni Wuhan, Cina. Yang mencemaskan, ada sekitar 6.500 yang kondisinya berat. Sejauh ini, kita percaya, Indonesia tetap aman. Termasuk kondisi 238 saudara kita yang sudah dipulangkan dari Wuhan dan dan telah selesai menjalani diobservasi di Natuna.

Selain itu, dari 62 kasus yang dicurigai, sebanyak 59 kasus sudah dinyatakan negatif. Kemenkes mengungkapkan, ada tiga spesimen yang masih diteliti. Ada optimisme, bahwa tiga yang lain negatif juga saat penelitian tuntas.

Tak ada alasan yang cukup kuat untuk panik dengan spekulasi dari luar, sekalipun itu sekelah ahli Harvard. Apalagi, spekulasi tersebut tidak menyertakan dasar yang kuat, kecuali hanya keheranan mengapa di Indonesia tidak ada yang terjangkit. Karena untuk alasan seserius itu tidak boleh berstandar pada spekulasi. Harus ada bukti faktual yang tak terbantahkan.

Sejauh ini, koordinasi penanganan virus corona cukup membesarkan hati. Karena belum jelas kapan kasus tersebut akan mereda, kewaspadaan perlu dijaga dengan fokus yang tidak kendur. Mengingat, sangat banyak pintu masuk Indonesia yang perlu dipelototi. Semoga virus tidak masuk ke Indonesia. Kewaspadaan itu perlu didukung kesadaran agar terus menjaga ingatan sambil memilah informasi. Agar tak menambah kepanikan. Efek negatif seperti kelangkaan masker semestinya tidak terjadi kalau tidak dibombardir info bernada kepanikan.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  2020-04-03.jpg