Tajuk Rencana

Jarak Kemarau dan Banjir Makin Tipis

2 Maret 2020 - 11.18 WIB

BATAS antara kemarau dan banjir itu sangat tipis. Di saat kemarau, jika hujan turun sebentar saja, maka banjir pun datang. Itulah yang dialami Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Apakah ini disebabkan alam yang sudah tidak seimbang lagi atau pembangunan di negeri ini tidak sesuai dengan alam atau kedua-duanya.

Apa panyebabnya? Hutan habis terbakar, tanah pun tidak mampu menahan air yang datang. Dampak banjir dan kekeringan sangat besar, bukan hanya menurunya debit air di PLTA Koto Panjang, tetapi sering kali menyebabkan korban jiwa. Artinya, banjir dan kemarau (asap) itu menjadi ancaman terbesar bagi Riau.

Untuk memprediksi kondisi di Riau sangat mudah, kalau tidak banjir, ya kemarau yang diselingi dengan kabut asap dari hasil pembakaran hutan dan lahan. Kondisi ini tidak lagi beraturan, bisa saja terjadi di Januari atau Desember.

Bagi warga di perkotaan, di saat hujan deras datang, maka waspadalah banjir, kalau hujan itu turunnya malam hari, maka waspadalah akan banjir malam hari.

Di suatu saat, ancaman ini akan menyeruak menjadi ancaman yang mengerikan, jika tata ruang kota ini tidak segera diperbaiki.

Kita berharap, jangan sampai ancaman itu menjadi kenyataan, cukuplah kita mengambil pelajaran dari musibah yang pernah kita alami beberapa tahun lalu. Rasa cemas akan kebanjiran dan kekeringan itu harus dihapuskan, dengan cara memperbaiki infrastruktur yang ada.

Jika selama ini dianggap pemerintah belum berhasil, maka ke depan diperlukan model manajemen penanganan banjir dan ancaman asap yang lebih baik lagi.

Pertumbuhan penduduk di Riau, khususnya Pekanbaru yang sangat tajam ini, sangat mempengaruhi tata ruang kota. Oleh sebab itu, tata ruang itu seharusnya disiapkan dengan secermat mungkin.

Suhu yang panas di Kota Bertuah ini akan berkurang, jika di antara jalan itu terdapat pepohonan yang melindungi pengguna jalan. Yang terjadi selama ini adalah, suhu panas kota ini ditambah dengan kemacetan dan hilangnya hutan kota.

Asap dan banjir akan menjadi bom besar bagi warga kota ini, jika tidak segera ditangani dengan segera. Semoga kita semua terhindar dari ancaman-ancaman itu.

Bukan hanya  transportasi udara, tetapi darat dan laut pun mengalami ancaman akibat kabut asap  itu. Demikian juga banjir, bukan hanya mengancam masyarakat yang bermukin di sekitar daerah aliran sungai (DAS), tetapi warga kota yang jauh dari sungai pun terancam banjir.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

Fekon Unand

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-04.jpg