Tajuk Rencana

Kualitas Lulusan Harus Tetap Terjamin

6 Mai 2020 - 11.04 WIB

Pemerintah telah mengumumkan kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat pada 2 Mei 2020 lalu. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Siswa yang lulus menyambutnya dengan gembira.

Memang ada yang memilih tidak merayakan kelulusannya dengan berlebihan. Tapi ada juga yang tetap nekat berkumpul dan justru merayakannya bersama-sama dengan menggelar konvoi di jalan raya. Bahkan ada perayaan yang sangat tidak pantas untuk dilakukan, seperti yang terjadi di salah satu sekolah di Rokan Hulu, Riau.

Kelulusan siswa SMA tahun ini memang berbeda dari biasanya. Tidak ada ujian nasional (UN). Padahal tahun-tahun sebelumnya UN ini menjadi penentu kelulusan. Banyak siswa pintar malah gagal di UN.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah semuanya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terpaksa membuat kebijakan baru. Semua sekolah diperintah meniadakan pertemuan tatap muka di sekolah. Proses belajar dan mengajar dilakukan melalui jaringan atau online. Termasuk meniadakan ujian nasional. Sehingga untuk menentukan kelulusan siswa mengacu pada ujian akhir sekolah, nilai rapor, dan sisi lainnya.

Meski tidak lewat UN, pemerintah menjamin siswa yang lulus tahun ini akan tetap mendapatkan lembar ijazah resmi. Bukan ijazah format dokumen softcopy atau portable document format (PDF). Bahkan bagi siswa yang perlu mendesak juga difasilitasi dengan surat keterangan lulus terlebih dahulu.

Tanpa UN bukan berarti menciptakan lulusan yang kurang berkualitas. Perlu diingat, bahwa UN juga bukan segala-galanya dalam mengukur kualitas seorang siswa. Itu sudah terbukti pada UN yang sudah berlalu. Paling penting adalah menyadarkan siswa bahwa belajar merupakan kewajiban. Belajar bukan hanya untuk melewati ujian nasional. Tapi sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

Kelulusan SMA/sederajat sudah diumumkan. Akan menyusul pengumuman untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat. Kita berharap cara yang akan dilakukan siswa dalam menyambut kelulusan lebih tertib dan mengikuti protokol pencegahan Covid-19. Perlu diingat, bahwa sekarang kita berada dalam situasi yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Semua harus berperan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk siswa yang sukses menamatkan sekolah.

Semoga pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT, sehingga kehidupan kita bisa kembali berjalan normal. Aamiin.


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

Fekon Unand

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-04.jpg