Tajuk Rencana

Tetap Konsisten Jaga Protokol Kesehatan

22 Juni 2020 - 09.18 WIB

MESKI kita telah memasuki masa new normal tetap harus diingat pandemi ini belum usai. Masih mengintai. Bila kita lengah menerapkan protokol kesehatan maka kita bisa jadi korbannya. Pandemi ini tidak hanya menimbulkan kecemasan dan ketakutan, tetapi lebih dari itu berhasil mengubah tatanan pola hidup masyarakat global. Hampir semua lini kehidupan terkena dampak pandemi ini, mulai dari segi ekonomi, politik hingga sosial budaya masyarakat dunia.

Momok menakutkan ini menyebabkan perubahan tatanan kehidupan. Untuk pertama kalinya rumah ibadah di Indonesia ditutup selama pandemi, sekolah dan kampus diliburkan hingga muncul istilah work from home (WFH) dan study from home (SFH).  Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah,  mau tidak mau juga memaksa  anggota keluarga menghabiskan waktu di rumah,  sehingga aktivitas yang sebelumnya dilakukan di luar terpaksa dilakukan di rumah saja.

Pandemi ini membuat sistem perekonomian negara di dunia terguncang, tak terkecuali Indonesia. Meningkatnya harga bahan makanan pokok hingga pengurangan karyawan dalam skala besar membuat masyarakat  ekonomi menengah kebawah kesulitan memenuni kebutuhan hidupnya. Penggalangan dana untuk korban dan keluarga korban terdampak Covid-19 serta kepedulian yang tinggi pada tenaga medis membuat masyarakat turun tangan bergotong royong mendermakan harta dan tenaga mereka.

Meski demikian semua upaya itu tidaklah sia-sia. Sebuah berita baik disampaikan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional. Untuk wilayah Riau sampai kemarin (Sabtu) tidak ada penambahan atau temuan kasus positif baru Covid-19 di Riau. Total keseluruhan kasus positif masih 142 kasus. Sedangkan kasus sembuh bertambah dua orang menjadi 116 orang. Sementara delapan kasus meninggal dan sisanya masih menjalani perawatan.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan, jumlah kasus positif baru tingkat nasional mengalami penambahan. Per hari ini sebanyak 1.226 kasus sehingga totalnya menjadi 45.029 orang. Kemudian pasien sembuh menjadi 17.883 setelah ada penambahan sebanyak 534 orang.  Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 56 orang sehingga totalnya menjadi 2.429. Demikian kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Disebutkan bahwa berdasarkan data epidemiologi menggambarkan dengan jelas bahwa penularan virus masih terjadi di tengah-tengah masyarakat. Oleh kerena itu, disiplin dan mematuhi protokol kesehatan adalah kunci memutus rantai penularan virus. Artinya kita tidak punya pilihan lain selain mematuhi protokol kesehatan. Menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dnegan sabun menjadi sesuatu yang wajib dan harus kita budayakan.

Kita juga menghargai upaya yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 yang berusaha melakukan kontak erat atau stressing untuk dilanjutkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Bila terdapat indikasi atau pun positif maka akan diisolasi secara ketat dan diambil tindakan perawatan jika diperlukan.

Hal Ini dilakukan tim tentu saja  untuk mencegah penularan agar tidak terjadi ditengah-tengah masyarakat. Faktanya orang sakit lebih sangat berpeluang untuk tertular maupun menularkan dirumah terutama pada lanjut usia maupun anak balita, apa lagi memiliki penyakit bawaan. Oleh karena itu, setelah bepergian dan pulang ke rumah kita harus segera bersihkan pakaian, dan seluruh peralatan dari luar. Karena secara tidak sadar mungkin virus akan menempel di benda-benda di sekitar kita. Ini yang sangat penting untuk kita ketahui dan jadi perhatian kita.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-06.jpg