Tajuk Rencana

Pertarungan di Lembah Galman

24 Juni 2020 - 10.23 WIB


Hubungan dua negara bertetangga, India dan Cina masih mengalami pasang surut. Keduanya belum ada kata sepakat yang membuat perbatasan negara itu damai.

Belakangan hubungan itu kembali memanas. Itu setelah ada kabar baku hantam berdarah di Lembah Galwan awal pekan lalu. Kedua negara dengan populasi supertinggi di dunia itu tak mau mengalah.

Perdana Menteri India Narendra Modi bahkan berani mengambil langkah tegas. Ia sudah memanggil pihak oposisi untuk membahas langkah pemerintahannya menyikapi kasus terbunuhnya 20 tentara India oleh pasukan Cina.

Narendra marah. Ia membahasakan, bahwa persitiwa itu melukai dan membuat warga India marah. Sang perdana menteri juga sudah memberikan kewenangan penuh kepada angkatan bersenjatanya untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.

Kemarahan rakyat India makin tersulut. Detail cerita dari kubu India semakin berkembang dan mengerikan. Kisah terbaru, India menyatakan bahwa Cina sengaja menjebak tentara India dalam rencana pembantaian.

Warga India pun mulai menyuarakan wacana pelarangan barang Cina. Penyelenggara Indian Premier League, liga kriket terbesar di dunia, menyatakan harus mengevaluasi kontrak sponsor dari Vivo, produsen ponsel Cina, karena desakan tersebut.

Cina juga tidak mau kalah. Cina mengklaim bahwa Lembah Galwan yang dipersengketakan merupakan wilayah mereka. India-lah yang mencari gara-gara dengan melintasi perbatasan.

Dua negara itu memang punya kepentingan di wilayah pegunungan tersebut. India sejak tahun lalu ingin mentransformasi wilayah tersebut karena perseteruan panjang dengan Pakistan.

Sebagai sesama negara Asia, Indonesia tentu berharap perseteruan kedua negara tersebut segera berakhir. Perang bukan solusi. Hanya lewat perundinganlah yang bisa menyelesaikan dan mendamaikannya.***






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  rp-2020-07-16.jpg