Tajuk Rencana

Meleset

26 Juni 2020 - 10.42 WIB

SERBA meleset. Inilah yang dirasakan banyak pengusaha terkait pendapatan atau hasil usaha. Hal ini pula berdampak kepada pendapatan daerah Kota Pekanbaru yang bersumber dari pajak usaha tersebut. Apa yang diharapkan sejak awal, jauh dari perencanaan, terutama terkait pendapatan. Bahkan langkah-langkah yang sudah disusun rapi, juga harus berubah. Bukan hanya semata memikirkan hasil yang maksimal, tapi juga memikirkan nasib pengusaha di saat pandemi seperti sekarang ini.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah manargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp826 miliar.

Dua bulan pertama masih lumayan normal. Tapi sejak Covid-19 menyerang, atau terhitung tri wulan kedua, yakni April hingga Juni, target PAD, hancur lebur.

Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT mengakui ini. Bahkan PAD diturunkan menjadi Rp539 miliar. Meski diturunkan, hasil yang dicapai masih jauh dari yang diinginkan. Hingga 23 Juni lalu, PAD yang sudah diraih sebesar Rp226 miliar atau belum mencapai 50 persen.

Berharap ada keajaiban, itu pasti. Tapi kenyataan di lapangan juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. 11 sumber PAD tersebut, juga mengalami kemerosotan yang luar biasa. Restoran, rumah makan, tempat hiburan merosot drastis. Pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana sehingga penduduk miskin di Kota Pekanbaru selama musim pandemi meningkat 40 persen. Upaya relaksasi pajak pun dilakukan Pemko.

Ada empat poin relaksasi pajak tersebut, yang disebut juga pembebasan pajak daerah dengan penghapusan sanksi administratif pajak dalam masa penanganan Covid-19. Empat poin tersebut yakni, penghapusan pajak, penghapusan denda pajak, penundaan pajak dan angsuran pajak. Penghapusan pajak tersebut di antaranya untuk hotel dan restoran yang menyumbangkan atau berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Misalnya ada hotel yang dijadikan tempat atau lokasi penampungan pasien Covid dan ada rumah makan yang menyumbangkan makanannya untuk penanganan Covid. Meski begitu, apa yang dilakukan pemerintah memang sudah seharusnya dilakukan.

Inovasi harus dilakukan. Jika sumber PAD tidak tentu arah, PAD hancur lebur, apalagi pembangunan yang bisa dilakukan? Sangat sulit.

Hal yang harus dilakukan untuk mengembalikan perekonomian pulih seperti sedia kala, masyarakat miskin tidak bertambah, pengangguran tidak berserak di mana-mana, yakni dengan melawan Covid-19 bersama-sama agar cepat berlalu. Perlu kesadaran bersama untuk saling menjaga agar wabah ini tidak semakin merebak.

Jika tidak, bukan hanya PAD yang jauh dari target, penduduk pun akan jauh dari selamat. Akan semakin meleset.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-06.jpg