Tajuk Rencana

Biasa dengan yang Luar Biasa

22 Agustus 2020 - 09.36 WIB


BEBERAPA hari terakhir Provinsi Riau dibayang-bayangi hal mengkhawatirkan, yakni peningkatan angka kasus positif Covid-19 yang signifikan. Bahkan sudah tembus angka 1.132 orang yang sempat terpapar virus yang saat ini menjadi momok negatif di tengah masyarakat.

Ironisnya, angka pertumbuhan kasus corona di tanah melayu ini seakan menjadi hal yang biasa. Para stakeholder terkait dan sebagian masyarakat seakan masih cuai dalam merespons kondisi tersebut. Salah satu indikatornya adalah pusat keramaian yang terus dipadati dan aktivitas masyarakat tidak sedikit yang masih abai dalam menerapkan protokol kesehatan.  

Hal ini tidak hanya terjadi di ibukota provinsi, di sebagian daerah di beberapa lokasi keramaian masih banyak ditemukan warga yang tidak mengenakan masker. Bahkan masih banyak yang berkumpul-kumpul dengan yidak menjaga jarak seperti yang dianjurkan dalam protokol kesehatan.

Kekhawatiran mencuat, karena peningkatan kasus positif yang selalu berada diangka dua digit seakan menjadi hal yang biasa. Sejatinya hal ini dapat disikapi dengan bersinergi dan bersatu padu untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 ini.

Poin ini menjadi perhatian karena angka peningkatan bukanlah hal yang sederhana. Pasalnya dari data Satgas Covid-19, perkembangan kasus terkonfirmasi positif baru seluruh daerah di Indonesia per Jumat (21/8/2020) dari hasil pemeriksaan spesimen mengalami peningkatan sebanyak 2.197, sehinga totalnya mencapai 149.408 kasus.

Dari angka tersebut, untuk kasus meninggal dunia bertambah sebanyak 82 orang, sehingga total kasus meninggal terkonfirmasi positif hingga saat ini sebanyak 6.500 orang. Begitu juga untuk di Riau yang terlihat trend peningkatan dengan total pasien positif Covid-19 sudah mencapai 1.096.

Angka yang tentunya tidak kecil mengingat terjadi peningkatan cukup signifikan beberapa hari terakhir. Angka kasus yang ditemukan juga bervariasi, mulai dari orang dengan gejala hingga orang tanpa gejala juga harus menerima pil pahit divonis sebagai pasien positif Covid-19.

Tidak hanya itu, langkah menyikapi hal luar biasa yang dianggap biasa ini juga perlu dilakukan secara simultan, berkelanjutan dan menyeluruh. Pasalnya, beberapa klaster mulai berkembang, seperti dari klaster perkantoran yang sudah mewabah aparatur sipil negara di Pemerintah Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.

Ironis memang, di saat angka Covid-19 memuncak, langkah abai masih terus ditemukan di lapangan. Jika hal ini terus berlanjut dikhawatirkan status new normal yang diterapkan pemerintah daerah tentunya dapat dievaluasi jika terjadi lonjakan kasus yang luar biasa beberapa waktu ke depan.

Beberapa langkah antisipasi juga terlihat telah dilakukan, mulai dari melakukan swab massal, pengawasan protokol kesehatan hingga kebijakan memberikan sanksi kepada warga yang tidak mengenakan masker di luar rumah. Mulai dari sanksi sosial hingga sanksi denda diterapkan untuk memberikan efek jera.  

Berangkat dari beberapa kondisi tersebut, langkah pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi lingkungan terdekat harus menjadi perhatian bersama. Dengan adanya semangat kebersamaan untuk memerangi Covid-19, semoga ke depan negeri melayu ini terbebas dari wabah yang mengkhawatirkan ini. Semoga saja.***





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  2020-09-22.jpg