Home >> Opini >> Delvi Litany Gultom, SPd Praktisi Pendidikan

Opini
Delvi Litany Gultom, SPd Praktisi Pendidikan

Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi

14 Oktober 2020 - 11.45 WIB

Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai di belahan bumi ini menuntut lembaga pendidikan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh. Kondisi ini jika tidak disikapi maka peserta didik akan bosan dan ogah-ogahan mengikuti kegiatan belajar. Guru hanya kirim materi dan tugas kemudian siswa mengirimkan jawaban. Kegiatan ini terjadi setiap hari. Terkesan bahwa pembelajaran yang dilakukan hanya memenuhi kebutuhan kurikulum. Sistem konvensional seperti ini menjadi suatu rutinitas yang biasa-biasa saja.  

Kendala lain ada juga terjadi pada murid dan orangtua. Para guru mengajar dengan pola pikir tatap muka di kelas yang dipaksakan untuk disiarkan melalui jaringan. Murid yang terbiasa belajar dengan sistem tatap muka juga kelabakan dengan sistem baru ini. Apalagi para orangtua. Sebelum pandemi Covid-19 kebanyakan orangtua tidak terlibat dalam kegiatan belajar anak-anaknya. Kini mereka harus terlibat. Jangankan secara keterampilan, secara mental pun mereka tidak siap.

Bagaimana guru menyikapi kendala-kendala ini? Apakah kita pasrah dan tetap menunggu pandemi Covid-19 ini berakhir? Apa yang akan dilakukan guru? Guru harus mengubah pola pikir tentang pendidikan, bekerja sama dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua, mengembangkan keterampilan berbasis teknologi, dan mampu menciptakan strategi pembelajaran yang bervariasi.  Maka jangan berharap hasil yang sama seperti keadaan normal. Kegiatan belajar yang dilakukan guru hendaknya mampu memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik. Selain pengalaman belajar, guru juga harus menciptakan situasi belajar yang bervariasi sehingga  menyenangkan bagi siswa.

Menurut Kak Seto, seorang psikolog anak, dalam pembelajaran daring bersama anak di rumah yang harus menjadi nomor satu adalah membuat suasana gembira. Belajar bukan hanya masalah akademik, namun isi pendidikannya yakni etika. Kunci belajar efektif adalah yang menyenangkan. Sebaiknya memberikan pembelajaran dengan cara berdiskusi kepada anak melalui pendekatan psikologis. Oleh karenanya, Kak Seto mengajak orang tua setia menemani anak-anak dan menjadikan belajar online agar menyenangkan.

Kegiatan belajar di SD Global Andalan diawali dengan adanya prosedur dan rutinitas. Prosedur dan rutinitas merupakan kesepakatan guru dan peserta didik yang akan dilakukan oleh siswa di rumah selama pembelajaran jarak jauh. Penting sekali agar tercipta suasana belajar yang kondusif. Selain itu, prosedur dan rutinitas ini akan membangun karakter jujur dan bertanggung jawab bagi peserta didik.

Seiring berjalannya waktu beberapa strategi sudah dilakukan dalam praktik pembelajaran jarak jauh kepada peserta didik. Saat ini SD Global Andalan mengefektifkan pembelajaran PjBL dengan strategi Flipped Classroom yakni metode pembelajaran yang dilakukan agar siswa mendapat pengalaman belajar. Kolaborasi ini menekankan pada pemberian proyek dan dikembangkan pada pendekatan STEAM. Kegiatan proyek yang dilakukan siswa akan menuntun mereka berpikir secara logis dan kreatif sehingga mampu meme­cahkan masalah dalam penyelesaian proyeknya.

Selanjutnya, guru harus meng­embangkan keterampilan teknologi dengan menguasai aplikasi yang dapat mendukung pembelajaran. Jika hanya memahami metode namun tidak didukung dengan penguasaan teknologi juga akan menimbulkan kebosanan bagi siswa. Sasusavi yakni Satu Subtema Satu Video merupakan prog­ram SD Global Andalan supaya guru berkreasi membuat video pembelajaran. Pembuatan video pembelajaran ini membutuhkan kreativitas guru sehingga beberapa aplikasi dalam pembuatan video sudah dipraktikkan. Namun, perlu diingat bahwa tujuan utama dari pembuatan video pembelajaran ini yakni supaya peserta didik memahami materinya.

Selain video pembelajaran, guru-guru juga melakukan tatap muka online. Tatap muka online ini dilakukan guru sebagai kombinasi dengan video pembelajaran yang bertujuan untuk menegaskan dan mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Demi mendukung pembelajaran di SD Global Andalan, Mana­ger YKCK, Bapak Jansen Yudianto berkata “Guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang bervariasi agar siswa mendapat pengalaman belajar dan tidak bosan.”  Hal ini disampaikan supaya guru-guru di Yayasan Kerinci Citra Kasih selalu mengembangkan diri. Salah satunya dalam hal penguasaan teknologi karena keterampilan IT ini sangat penting di masa pembelajaran saat pandemi Covid-19.

Pembelajaran jarak jauh pada masa Covid-19 yang dilakukan di SD Global Andalan masih jauh dari sempurna. Bertukar pikiran dan berdiskusi dengan pelaku pendidikan perlu dilakukan demi perbaikan sistem pendidikan dan meningkatkan pembelajaran kepada peserta didik. Oleh karena itu, SD Global Andalan akan mengadakan webinar tentang “Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi” yang akan dilaksanakan melalui zoom meeting pada Selasa, 20 Oktober 2020.***

 

Delvi Litany Gultom, SPd Praktisi Pendidikan

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  2020-10-29.jpg