Home >> Opini >> Nasroen Yasabari (Alumni LBH Jakarta, Aggota Kabora & Mantan Direksi BUMN)

Opini
Nasroen Yasabari (Alumni LBH Jakarta, Aggota Kabora & Mantan Direksi BUMN)

The Rising Star dan Nasib Wapres AS

25 Januari 2021 - 12.03 WIB

The Rising Star dan Nasib Wapres AS

Selama ini banyak pihak menilai ada fenomena baru dan menarik dalam dua kali pemilihan presiden AS belakangan ini yakni tahun 2016 dan tahun 2020.  Tampilnya tokoh-tokoh tua yang sangat senior memperebutkan kursi presiden AS. Tidak ada dikotomi antara pemimpin tua dengan pemimpin muda. Mereka sudah berusia 70 tahun ke atas.

Lihatlah Donald Trump lahir pada tanggal 14 Juni 1946 dan dilantik sebagai Presiden AS ke-45 pada tanggal 20 Januari 2017. Kini pertandingan telah usai, biduk lalu kiambang bertaut. Dengan dihadiri beberapa mantan presiden AS dan dimeriahkan oleh penyanyi kelas dunia Lady Gaga dan Jennifer Lopez.

Joe Biden yang lahir pada tanggal 20 Nopember 1942 dilantik sebagai presiden AS ke-46 pada tanggal 20 Januari 2021 bersama Wapresnya Kamala Harris. Pada saat dilantik Joe berusia 78 tahun. Presiden tertua sepanjang sejarah Amerika Serikat. Presiden termuda dan terganteng adalah John F Kennedy berusia 43 tahun sebagai presiden AS ke-35. Memang ada yang lebih muda lagi namun tidak melalui pemilihan presiden yakni Theodore Roosevelt yang berusia 42 tahun tapi Roosevelt adalah pengganti William Mc Kinley yang mati terbunuh.

Tapi sebelum ini telah ada tokoh tua yang senior yang juga tampil sebagai presiden AS ke-40 yaitu Ronald Reagan lahir pada tanggal 6 Pebruari 1911. Dalam pemilihan Presiden AS pada tanggal 4 Nopember 1980, Reagan meluruhkan si Flamboyant  Jimmy Carter. Dia dilantik pada tanggal 20 Januari 1981. Reagan adalah mantan bintang film Hollywood yang pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Eureka College.

Wakil Presidennya adalah George Herbert Walker Bush yang lahir pada tanggal 12 Juni 1924. George adalah mantan Direktur CIA  dan Ekonom lulusan Universitas Yale dan salah satu pendiri Zapata Petroleum Corporation dan Zapata Offshore Company perintis pencarian minyak lepas pantai.

Rising Star
Kamala Harris adalah wanita pertama birasial yang menjadi  Wapres AS. Wanita paruh baya 56 tahun ini adalah seorang Pengacara  yang cerdas sumringah dan charming ini  digandrungi banyak pemilih. Sangat boleh jadi jabatan Wapres ini merupakan tempat "magang" Presiden baginya mengingat Joe Bidden sudah berusia 78 tahun. Dia akan diberi peran besar oleh Joe Biden.

Di AS jabatan  Wapres dijuluki "Veep" ada bau jenaka terbungkus didalamnya. Bahkan Wapres AS John N. Garner (1933-1937) semasa Presiden Franklin D Roosevelt menyebut jabatan Wapres sebagai "A spare tire of  the automobile of government..."!".  Ban serep pada pemerintahan.

Di Indonesia Wakil Presiden Adam Malik pernah berujar "Tugas Wakil Presiden amat simpel diam saja pun boleh". Dan kalau ditanya malaikat atau rakyat tugasnya hanya membantu Presiden (Tempo, 12 Februari 1983). Tak ada perincian tugas dalam pemerintahan. Kalau itu dalam khazanah dunia politik jabatan Wapres  selalu dianggap pos yang sepi.

Ketika Penulis diundang menjadi tamu Pemerintah Amerika Serikat sebulan lamanya mengikuti International Visitor Program terjadi penembakan terhadap Presiden Reagan di Hotel  Hilton, Washington DC 30 Maret 1981. Untuk beberapa hari sebagai pengganti Reagan yang belum dapat melaksanakan tugas kepresidenan tampil didepan umum seolah-olah menggantikan Presiden adalah Alexander Haig Menteri Luar Negeri bukannya George Bush. Baru beberapa hari kemudian Wapres George Bush mengambil alih jabatan utama di Gedung Putih. Pers Amerika Serikat sempat menyindir dan mengkritik ulah Menlu Haig yang  mem "by pass" begitu saja dan mengganggap sepi Bush.

Sebuah biografi tentang Kennedy yang ditulis sekretaris pribadinya Evelyn Lincoln menyebutkan Wapres Lyndon B Johnson memang ingin sekali turut diundang dalam rapat yang diadakan di gedung Putih. Dia minta pertolongan Evelyn Kennedy " Be a good girl and see that I get invited to all the meetings in the White House".

Ketika timbul "Bay of Pigs Affairs" dengan Kuba dan ketika terjadi konfrontasi Kennedy dengan Kruschev mengenai misile-misile yang ditempatkan Soviet di Kuba dan dunia ketika berada diambang pintu perang nuklir. Kennedy tidak merasa perlu minta pendapat Wapresnya Lyndon B Johnson. Penasehat terdekatnya adalah adik kandungnya sendiri Bob Kennedy, Mc Namara, Dean Rusk dan Mc George Bundy.

Presiden Eisenhower adalah presiden pertama yang lebih banyak mempergunakan Wapres Richard Nixon untuk tugas-tugas ke luar negeri menggantinya melakukan peninjauan. Tetapi penggunaan tenaga Wapres ini adalah "strictly at the President’s pleasure" (semata-mata atas perkenan dan kebaikan hati presiden).    

Itulah aneka cerita tentang nasib Wapres AS tempo dulu. Tentu hal ini tidak akan dialami Wapres Kamala Harris karena dia adalah seorang "The Rising Star" yang sedang dipersiapkan dan bersiap menjadi Wanita Pertama sebagai Presiden AS masa depan. Semoga.***

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  8-mar.jpg