Home >> Opini >> Desi Damaiyanti SST (Fungsional Statistisi BPS Kota Pekanbaru)

Opini
Desi Damaiyanti SST (Fungsional Statistisi BPS Kota Pekanbaru)

Pertanian Sektor Tangguh

8 Maret 2021 - 10.59 WIB

Pertanian Sektor Tangguh

Hampir semua sektor ekonomi mengalami keterpurukan di masa pandemi, namun sektor pertanian ternyata mampu bertahan di tengah dahsyatnya efek dari wabah Covid-19 ini. Sektor pertanian bisa dikatakan sebagai penyelamat perekonomian Riau di masa pandemi, terbukti sektor ini masih mampu tumbuh positif lebih dari 4 persen.  

Peningkatan produksi padi. Dengan melihat lebih detail pertumbuhan subsektor pembentuknya, tanaman pangan selama tahun 2020 mampu tumbuh positif lebih dari 5 persen.  Berbagai kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan selama masa pandemi sama sekali tak terbukti. Program Pemerintah Provinsi Riau melalui gerakan penyediaan pangan daerah yang dengan gencar dilakukan selama 2020 membuahkan hasil yang gemilang.  Berbagai upaya dengan melakukan terobosan untuk peningkatan produksi padi terus dilakukan.  Awal Maret lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis hasil survei KSA (Kerangka Sampel Area) yang menunjukkan adanya kenaikan realisasi panen padi sepanjang tahun 2020.  Kenaikan tersebut berkisar 2,52 persen atau sekitar 1,59 ribu hektare dibandingkan 2019 lalu.   

KSA (Kerangka Sampel Area) merupakan metode yang digunakan oleh BPS bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Pertanahan Nasional, Badan Informasi dan Geospasial (BIG), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam rangka melakukan penyempurnaan penghitungan luas panen. Produksi padi di Riau sepanjang Januari hingga Desember 2020 mengalami kenaikan sekitar 12,81 ribu ton gabah kering giling (GKG).  Produksi padi tertinggi justru terjadi pada Maret 2020, di mana pada bulan ini wabah virus corona secara resmi diumumkan oleh Pemerintah masuk ke Indonesia.  Jika dilihat menurut subround, pada subround Mei-Agustus 2020 terjadi peningkatan produksi padi sebesar 2,98 persen. Kenaikan produksi padi ini menjadi sesuatu hal yang sangat kontras terjadi mengingat perekonomian Riau pada triwulan kedua justru mengalami kontraksi pertumbuhan hingga mencapai minus 4,49 persen (q-to-q).   Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan terkena dampak paling kecil selama masa pandemi dibandingkan sektor lainnya.

Pada subround September-Desember 2020 produksi padi meningkat pesat mencapai 10,36 ribu ton GKG atau mengalami kenaikan sekitar 40,63 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 lalu.  Fase pola hidup normal baru atau yang lebih dikenal dengan istilah new normal sudah diberlakukan di Provinsi Riau pada periode ini.  Tampak ada geliat pada semua sektor ekonomi sejak diberlakukannya kebijakan tersebut.  Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk,  produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2020 setara dengan 139,13 ribu ton beras, atau dapat dikatakan naik 5,55 persen.  Peningkatan produksi beras memang sangat diperlukan untuk memenuhi pangan penduduk Riau yang mencapai 6.394,09 ribu jiwa (hasil Sensus Penduduk 2020).  

Subsektor Perkebunan Tumbuh 4,20 Persen
Subsektor pertanian yang lain seperti perkebunan pada 2020 juga tumbuh positif 4,20 persen.  Subsektor ini merupakan penggerak roda perekonomian di beberapa wilayah di Riau, seperti Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.  Daerah ini tentunya memiliki komoditas unggulan masing-masing.  Sebut saja, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu dengan komoditas karet dan kelapa sawitnya, Indragiri Hilir dengan komoditas kelapa nya, dan Kepulauan Meranti dengan komoditas sagu nya. Pada awal masa pandemi, harga sejumlah komoditas unggulan di subsektor perkebunan seperti karet dan kelapa sawit sempat mengalami penurunan, namun di akhir tahun 2020 harga kedua komoditas tersebut kembali naik seiring meningkatnya permintaan pasar dunia.  

Sektor Pertanian Menjadi Penyangga
Di tengah kondisi pandemi covid-19 banyak masyarakat yang beralih pekerjaan ke sektor pertanian. Dampak yang paling terasa akibat mewabahnya virus ini adalah banyaknya pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara sejarah membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi sektor penyangga yang menampung tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya.   Banyak pekerja yang beralih ke sektor pertanian, karenanya tidak dapat dipungkiri sektor ini menjadi alternatif pilihan terakhir bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya.  Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2020 menunjukkan adanya penambahan sekitar 50 ribu orang penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian dibandingkan tahun 2019.  

Sektor Pertanian Prioritas
Sektor pertanian sudah sepatutnya menjadi sektor yang diprioritaskan selama masa pandemi ini, mengingat sektor ini memberikan kontribusi terbesar kedua dalam menggerakkan perekonomian di Riau. Sektor pertanian menyumbang 26,83 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau. Terlebih lagi, sektor ini terbukti tangguh dalam menghadapi ancaman besar wabah Covid-19.*** 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



petuah ramadan
Kepada yang Hidup
Munzir Hitami (Mantan Rektor UIN Suska Riau)

Kepada yang Hidup

Rabu, 21 April 2021

EPAPER RIAU POS  hal-1-ok.jpg