Tajuk Rencana

Rekor Korban dan Rem Darurat

4 Mai 2021 - 10.46 WIB

kematian harian pasien Covid-19 di Provinsi Riau mencapai angka tertinggi sejak pandemi. Ini setelah, Ahad (2/5), tercatat 16 orang meninggal karena Covid-19. Total korban meninggal di Provinsi Riau akibat terpapar virus ini menjadi 1.115 orang.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi menyebutkan, angka kematian 16 orang itu sangat mengkhawatirkan. Ini rekor baru. Apalagi angka 15 meninggal terjadi hanya sehari sebelumnya. Selain itu juga terdapat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 hampir mencapai 600 kasus sehari.

Terhitung Ahad (2/5), terdapat penambahan 585 pasien positif Covid-19 sehingga total penderita Covid-19 di Riau sebanyak 45.223 orang. Sementara pasien sembuh 345 orang, sehingga total 39.026 orang yang sudah sembuh. Total pasien positif yang masih menjalani perawatan di rumah sakit 953 orang dan yang menjalani isolasi mandiri 4.129 orang.

Kondisi sangat mengkhawatirkan itu terutama dirasakan tenaga kesehatan di rumah sakit di Kota Pekanbaru. Saat ini jumlah tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit mencapai 81 persen. Meski masih tersisa 19 persen lagi, namun itu bukan hal yang baik.

Versi Satgas-Covid-19 Riau, kondisi Covid-19 di Riau saat ini tergantung keinginan warganya. Mau penuhi rumah sakit atau diturunkan dan dikendalikan. Masyarakat tidak bisa lagi berpikir adanya sosialisasi dari Satgas Covid-19 maupun dari pemerintah. Sekarang ini tergantung pribadi masing-masing, apakah sudah mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan atau justru sebaliknya.

Namun, Satgas Covid-19 Provinsi Riau tentu juga tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada kesadaran warga untuk menerapkan prokses. Kebijakan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pengendalian harus terus dilakukan. Bahkan SOP yang dilakukan pun harus terukur. Tak salah misalnya, menarik rem darurat, jika penularan virus ini berpeluang sulit dikendalikan. 

Namun untuk sampai menarik rem darurat itu tentunya ada tahapan-tahapan evaluasi yang telah dilakukan. Bukan sekadar kebijakan reaksional dan insidentil. Di situ peran Satgas daerah dengan segala instrumen di bawahnya. Permasalahan sekarang, apa itu sudah dilakukan? Jangan hanya terkesan mulai sibuk ketika kasus melonjak dan jadi sorotan. 

Di sini peran satu komando dari Satgas agar penanggulangan wabah ini bisa terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga kalau rem darurat pun ditarik, memang akan menjadi langkah efektif untuk penanggulangan pandemi ini.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg