Tajuk Rencana

Dampak Larangan Mudik

6 Mai 2021 - 11.44 WIB

Terhitung mulai hari ini, larangan mudik resmi diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Mulai tanggal 6 sampai 17 Mei, semua pintu jalan ke luar kota akan ditutup atau disekat oleh petugas keamanan. Termasuk juga, jalan-jalan tikus atau jalan pintas antar kota dan provinsi, juga akan ikut dijaga dalam mengantispasi para pemudik kembali ke kampung halaman mereka. Hal ini dilakukan sebagai tindakan antisipasi terhadap perkembangan virus corona dari kota menuju desa. Ditambah lagi saat ini Covid-19 varian baru mulai bermunculan dan makin mengganas. Seperti yang terjadi di negara India yang kasus positif membludak setelah peringatan hari perayaan di sana. Belajar dari kasus tersebut, pemerintah kita  pun melakukan tindakan antisipasi dengan melarang mudik di hari raya Idulfitri tahun ini.

Mudik merupakan sebuah fenomena dan sudah menjadi budaya di Indonesia. Setiap tahun menjelang hari raya Idulfitri, para perantau di kota-kota besar seluruh Indonesia akan kembali menuju kampung halaman masing-masing. Hal ini dalam rangka silaturahmi dengan orang tua dan sanak kerabat dalam merayakan hari kemenangan. Dan ini sudah terjadi dalam rentang waktu yang lama. Otomatis, jalur transportasi baik darat, laut dan udara akan penuh dengan manusia. Apalagi saat libur kerja tiba pada seminggu menjelang dan sesudah Idulfitri, penumpukan akan bertambah drastis. 

Di saat seperti inilah, menjadi hari panennya para pengusaha dan pekerja transportasi. Di mana lonjakan penumpang akan naik secara drastis dan keuntungan pun bertambah banyak. Momen Idul Fitri sangatlah mereka tunggu setiap tahunnya. Penumpang yang biasa sepi pada hari biasa, akan berubah drastis di hari raya. 

Namun sejak pandemi Covid-19 datang, hal tersebut berubah drastis. Harapan mendapatkan keuntungan dari penunpang yang membludak terpaksa pupus. Larangan mudik oleh pemerintah telah memukul bisnis mereka. Harapan meraih keuntungan pun jadi sirna akibat penutupan jalan dan pelarangan kendaraan melintas ke luar kota. Hal ini terjadi pada tahun lalu ketika awal pandemi menyerang dan kemudian diulangi lagi pada tahun ini.

Para pengusaha dan pekerja transportasi mengerti dan sadar terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terhadap larangan mudik tersebut. Mereka pun mengaku pada hari biasa saat masa pandemi ini, para penumpang diminta memakai masker dan mentaati protokol kesehatan. Namun dengan kembali menutup jalan dan melarang mudik pada tahun ini, membuat mereka kecewa. Kekecewaan tersebut mereka lampiaskan di jagad dunia maya. Beberapa video yang disebar pun viral, seperti seorang supir dan pemilik kendaraan terlihat menghancurkan kaca mobil angkutannya karena kecewa dan frustasi terhadap kebijakan larangan mudik. Ada pula yang memberi pesan dengan wajah menghiba kepada pemerintah terhadap nasib keluarga mereka. Di saat anak-anak pegawai pemerintah dan para pejabat bersuka ria menyambut hari raya, anak mereka menangis di rumah akibat orang tua mereka tidak punya uang akibat kebijakan pemerintah.

Hal-hal seperti ini seharusnya sudah diantisipasi pemerintah. Dengan sumber daya manusia mumpuni dan tidak sedikit, dalam mengambil kebijakan tentulah pemerintah tahu dampak yang dihasilkan. Apalagi pada tahun sebelumnya kebijakan tersebut sudah dilakukan. Salah satu dampaknya, para pekerja sektor transportasi akan kehilangan pendapatan. Pemerintah harus hadir dalam memberikan solusi terhadap permasalahan ini. Sebuah kebijakan pelarangan mudik haruslah disertai dengan kompensasi terhadap para pekerja transportasi berupa bantuan uang. Pemerintah mesti duduk dengan organisasi transportasi guna menuntaskan masalah ini. Tidak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah sejatinya turun tangan terlebih dahulu. Berikan sedikit bantuan dari anggaran Covid-19 yang sudah dipersiapkan. Para pekerja transportasi ini juga adalah warga negara Indonesia yang terkena dampak langsung akibat pandemi ini. Jangan tunggu dengan pembahasan rapat yang memakan waktu. Karena tentu kita tidak ingin keluarga mereka merayakan hari kemenangan dengan tangis air mata.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg