Tajuk Rencana

Yang Terbaik 

7 Mai 2021 - 10.40 WIB

Apa boleh buat. Tidak pulang kampung! Itulah yang terbaik saat ini. Seluruh pintu keluar dan masuk Kota Pekanbaru telah ditutup rapat. Petugas ada di mana-mana. Mereka tidak segan-segan menghalau pemudik dari tempat mereka berdiri dan menyuruh balik arah dengan paksa. 

Di Simpang Panam Pekanbaru atau pintu keluar masuk Pekanbaru-Sumbar, juga ditutup rapat. Ratusan kendaraan terhenti di tengah jalan raya Pekanbaru-Bangkinang. Macet total. Kondisi ini berlaku lama setengah hari lebih. Apa boleh buat, mau tidak mau pemudik kembali ke rumah masing-masing. Bahkan bus berisi puluhan penumpang juga batal berangkat. Bahkan petugas tidak menerima surat keterangan sehat atau hasil rapit positif. Warga tetap disuruh balik arah. 

Larangan mudik dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bagi warga perantau yang sudah bebas tugas sebelum kemarin, mereka sudah memilih pulang terlebih dulu sehingga aman sampai kampung halaman. Tapi bagi yang masih kerja dan pulang kampung terhitung kemarin, hari ini dan seterusnya, memang tidak ada pilihan lain, selain tidak pulang. 

Perintah tidak boleh mudik antar provinsi atau kabupaten/kota di Riau, dilakukan serentak. Di Kabupaten Siak misalnya. Warga yang nekat mudik dan bisa sampai kampung halaman, dia akan langsung dibawa ke rumah sakit atau puskesmas. 

Artinya tidak juga bisa berhati raya bersama keluarga. Begitu juga di kabupaten/kota lainnya. 

Meski larangan ini jelas sehingga banyak yang tidak pulang kampung, tapi ada juga masyarakat yang nekat mudik dengan menembus jalan tikus. Banyak juga yang lolos. Artinya, terjadi kucing-kucingan antara petugas dengan pemudik. Bahkan ada pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan roda dua, dan memaksa menerobos jalur yang ada petugas. Sempat terjadi kejar-kejaran dan sebagian ada yang lolos.

Selain itu muncul imbauan dari Pemko agar Salat Idulfitri dilaksanakan di rumah saja, tentu memunculkan respon publik, karena jauh-jauh hari sudah disosialisasikan imam Salat Id dan khatibnya oleh pengurus masjid dan jamaah. Imbauan ini tentunya untuk membatasi penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru.

Mana yang terbaik? Yang terbaik adalah bagaimana penyebaran Covid-19 tidak makin meluas. Sungguh, bukan kerja biasa, bukan kerja satu dua atau seratus manusia. Tapi saling menjaga, dan dilakukan bersama-sama. Sampai kapan? Allahualam.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg