Tajuk Rencana

Tingkatkan Kewaspadaan Menyambut Idulfitri

10 Mai 2021 - 09.35 WIB

HARI Raya Idulfitri sebentar lagi. Menjelang akhir-akhir Ramadan, aktivitas masyarakat muslim khususnya, cenderung lebih tinggi. Selain mempersiapkan keperluan berbuka puasa, persiapan menyambut Idulfitri, juga persiapan keluarga lainnya.

Dalam situasi yang lebih sibuk dibanding hari-hari biasanya, masyarakat dengan berbagai aktivitas perlu meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun rumah tempat tinggalnya.

Bagi masyarakat yang berbelanja di pusat-pusat keramaian, perlu mewaspadai terjadinya tindakan kejahatan yang senantiasa mengintai. Menjelang hari raya, tingkat kejahatan seperti pencurian, jambret, copet, beredarnya uang palsu dan lainnya cenderung meningkat terutama di pusat-pusat perbelanjaan.

Selain ancaman tindakan kejahatan, yang biasanya juga terjadi di saat Idulfitri, beberapa hal. Pertama, kewaspadaan terhadap rumah dan harta benda yang ditinggalkan, sebab biasanya Idulfitri keluarga kunjungan ke tetangga atau keluarga dekat. Ancaman yang terjadi bisa saja dalam bentuk pencurian atau kebakaran. 

Kedua, kewaspadaan ancaman Covid-19, sebab di saat Idulfitri mobilitas manusai sangat tinggi. Walaupun dilarang, sebagai manusia yang memiliki sifat sosial biasanya tetap menjalin hubungan sosial walaupun pemerintah melarangnya.

Imbauan pemerintah dan penyekatan jalan memang mengurangi mobiltas antar -provinsi dan antar-kabupaten, tetapi di saat Idulfitri diperkirakan mobilitas lalu lintas tetap ramai, terutama menjelang Idulfitri saat ini.

Kebiasaan saling mengunjungi dan saling memaafkan ini bagi rakyat Indonesia tidak bisa dihilangkan, sebab ini ciri khas Indonesia. Hanya saja saat pandemi Covid-19 hendaknya disosialisasikan sehingga rakyat sadar bahwa pembatasan oleh pemerintah ini bukan untuk kepentingan pemerintah, tetapi untuk kepentingan rakyat (publik).

Menyambut Idulfitri tidak harus serba baru, bila perlu jika ada kelebihan rezeki digunakan untuk membantu sesama manusia, karena di masa pandemi Covid-19 ini banyak yang di-phk dan usahanya yang mengalami kerugian.

Sejatinya Idulfitri bukan serba baru, tetapi adalah nilai kebersihan jiwa, kembali pada fitrah manusia, saling memaafkan dan saling mendoakan pada kebaikan.

Peran masyarakat dalam skala kecil menjaga lingkungan masing-masing akan dapat membantu mewujudkan kenyamanan tersebut, di samping peran utama pihak berwajib dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Idulfitri tahun 1442 Hijriah ini.***
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg