Tajuk Rencana

Wakaf Produktif

11 Mai 2021 - 10.36 WIB

Bulan suci Ramadan selalu diikuti upaya-upaya pengembangan kebaikan. Di antaranya, pengembangan filantropi umat Islam yang sangat penting, yaitu wakaf. Kemarin Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan produk baru wakaf, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR002.

CWLS merupakan ijtihad baru di bidang wakaf. Produk ini merupakan pengembangan atas wakaf uang sesuai dengan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002. Pengelola wakaf (nazir) wakaf uang atau wakaf tunai harus menginvestasikan wakaf tersebut agar memperoleh hasil. Pendapatan itulah yang nanti disalurkan kepada penerima wakaf (mauquf alaih).

Di sinilah CWLS diperlukan sebagai suatu instrumen investasi bagi para nazir. Uang wakaf diinvestasikan pada sukuk CWLS dan hasilnya disalurkan kepada penerima wakaf. Dengan adanya CWLS, nazir tak akan kesulitan menginvestasikan dana wakaf. Selain itu, dengan adanya sukuk khusus yang dijamin pemerintah, ketentuan bahwa barang wakaf tidak akan hilang atau berkurang bisa dijaga.

CWLS SWR002 ini merupakan sukuk ritel dengan nilai minimal Rp 1 juta tanpa batas maksimal dengan tenor dua tahun. Imbal hasilnya 5,57 persen setahun yang akan disalurkan oleh nazir sesuai dengan keperluan. Pada CWLS SW001 tahun lalu, ada diskonto dan kupon. Diskonto digunakan nazir untuk renovasi rumah sakit dan membeli alat kesehatan, sedangkan kupon diberikan tiap bulan untuk pelayanan operasi katarak gratis.

CWLS hanya satu di antara pengembangan wakaf. Sebelumnya, ada wakaf uang yang memberikan kemudahan kepada umat Islam untuk berwakaf. Dengan adanya wakaf uang, siapa pun bisa berwakaf. Bahkan hanya dengan uang seribu rupiah.

Dengan jumlah muslim 230 juta dan hanya sekitar 10 persen yang miskin, berarti potensi wakif (orang yang berwakaf) mencapai 207 juta muslim. Jika mereka berwakaf Rp100.000, potensi per tahun mencapai Rp20,7 triliun. Potensi riilnya tentu jauh lebih besar karena pertumbuhan kelas menengah muslim yang luar biasa dan berwakaf hingga jutaan rupiah.

Artinya dengan cara-cara yang produktif wakaf menjadi satu di antara upaya menggerakkan perekonomian sekaligus juga mempunyai kontribusi sosial yang cukup besar. Misalnya dapat membantu operasi katarak bagi masyarakat yang tidak mampu. Sebab ini satu dari jenis operasi yang cukup mahal bagi kalangan bawah. Dengan adanya inovasi wakaf ini diharapkan perputaran uang wakaf menjadi produktif dan tidak hanya bersifat konsumtif.***
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg