Home >> Opini >> Irfarial (Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau)

Opini
Irfarial (Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Riau)

Tetap Tumbuh Meski Pandemi

24 Mai 2021 - 10.46 WIB

Tetap Tumbuh Meski Pandemi

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga reda, perekonomian Riau pada triwulan I 2021 (y-on-y) dapat tumbuh sebesar 0,41 persen. Artinya Provinsi Riau berhasil keluar dari lembah resesi ekonomi. Padahal sebelumnya dua triwulan berturut-turut pertumbuhan ekonomi Riau terkontraksi atau mengalami pertumbuhan minus, yang menyebabkan Riau dan provinsi-provinsi lainnya termasuk perekonomian nasional, masuk ke lembah resesi ekonomi. 

Keberhasilan Provinsi Riau terlepas dari jerat resesi ekonomi pada triwulan I 2021 (y-on-y) diharapkan menjadi penyemangat atau motivasi bagi seluruh masyarakat Riau untuk terus lebih giat dan gigih menggerakkan perekonomian pada triwulan-teriwulan berikutnya. Sebab pengaruh pandemi Covid-19 terhadap keberlangsungan perekonomian Riau masih sangat besar. Hal ini terlihat jelas di akhir triwulan I 2021 khusus pada minggu-minggu berikutnya. Provinsi Riau sempat tercatat sebagai provinsi dengan pertambahan kasus tertinggi di Sumatera dan nomor tiga tertinggi di Indonesia. Demikian juga kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau sempat mencatatkan diri sebagai kota dengan pertambahan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat bahwa pada Februari 2021 sebanyak 315,28 ribu orang (6,31 persen) penduduk usia kerja Provinsi Riau terdampak situasi pandemi Covid-19. Dari jumlah penduduk yang terdampak, yang terbanyak dialami oleh penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 268,51 ribu orang, diikuti oleh pengangguran karena Covid-19 sebanyak 27,13 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 9,98 ribu orang, dan sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 9,66 ribu orang.

Persoalan lainnya adalah struktur perekonomian Riau yang ditopang oleh tiga lapangan usaha dengan peranan sebesar 75,78 persen, hanya dua lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan pada triwulan I 2021 (y-on-y) itupun kecil, yaitu sebesar 4,52 persen untuk lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, dan sebesar 3,61 persen untuk lapangan usaha industri pengolahan. Sedangkan lapangan usaha pertambangan dan penggalian cukup dalam kontraksinya yaitu sebesar 7,09 persen.

Dari sisi pengeluaran, bertumbuhnya perekonomian Riau pada triwulan I 2021 (y-on-y) hanya didorong oleh bertumbuhnya komponen ekspor barang dan jasa yaitu sebesar 29,85 persen. Sedangkan komponen lainnya mengalami kontraksi atau penurunan. Komponen terbesar yang mengalami kontraksi adalah pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 40,93 persen, diikuti pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 6,53 persen, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 2,24 persen. Dan jika dibandingkan dengan triwulan IV 2020 (q-to-q), perekonomian Riau ternyata masih mengalami kontraksi atau terjadi penurunan sebesar 1,41 persen.

Di sisi lain penduduk usia kerja Provinsi Riau terus bertambah. Hal ini disebabkan karena penduduk usia kerja yaitu penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami tren yang cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Jumlah penduduk usia kerja Provinsi Riau mengalami kenaikan dari 4,88 juta orang pada Februari 2020 menjadi 4,99 juta orang pada Februari 2021. Sebagian besar sekitar 65,81 persen penduduk usia kerja Provinsi Riau pada Februari 2021 atau 3,29 juta orang merupakan angkatan kerja, selebihnya merupakan penduduk bukan angkatan kerja.

Yang menjadi perhatian adalah kenaikan jumlah angkatan kerja Provinsi Riau sebanyak 20,22 ribu orang (dari 3.267,60 ribu orang pada Februari 2020 menjadi 3.287,82 ribu orang pada Februari 2021), tidak diiringi dengan kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Akibatnya adalah pengangguran jadi bertambah di Riau. Hal ini terlihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Riau pada Februari 2021 mencapai 4,96 persen, artinya dari 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar lima orang penganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.

Lebih lanjut tercatat bahwa dari 3,12 juta orang penduduk Riau yang bekerja, sebagian besarnya sekitar 52,06 persen atau sebanyak 1,63 juta orang bekerja pada kegiatan informal, yaitu seperti berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

Meskipun kue ekonomi Provinsi Riau hanya bertambah sekitar 0,51 triliun rupiah pada triwulan I 2021 (y-on-y) berdasarkan PDRB harga konstan, namun pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan I 2021 (y-on-y) dapat menjadi momentum untuk kebangkitan ekonomi Riau pada triwulan-triwulan berikutnya.***
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  25-juni.jpg