Tajuk Rencana

Damar dan Peluang Wisata di Riau

28 Mai 2021 - 09.19 WIB

Namanya Damar. Usianya baru sepuluh bulan. Layaknya bayi gajah, Damar juga sedang lucu-lucunya. Selalu mengajak bergurau  siapa saja yang mendatanginya. Tapi selalu berlebihan. Tak jarang orang yang mengajaknya main diseruduk habis-habisan. Maka, yang datang menjenguk Damar, harus selalu didampingi Mahout. 

Damar merupakan anak pertama dari pasangan gajah yang bernama Robin dan Ngatini yang saat ini tinggal di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Buluhcina. Beberapa tahun lalu  Robin dan Ngatini dipindahkan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas ke Buluhcina.


Kehadiran Robin dan Ngatini diharapkan makin menarik perhatian pengunjung atau wisatawan yang datang ke Buluhcina. Jika selama ini pengunjung hanya bisa menikmati ketenangan Danau Tanjung Putus dan beberapa danau lainnya serta rimbun rindang hutan Buluhcina, saat ini sudah bisa bermain dengan gajah. 

Bermain yang dimaksud yakni memperhatikan kelak gajah, memberi makan gajah atau bahkan ikut memandikan gajah bersama pawang. Dengan kata lain, ada nilai edukasi yang bisa diberikan pengelola TWA Buluhcina kepada pengunjung, yakni edukasi tentang gajah. 

Soal Damar, memang tidak bisa sembarangan mengajaknya bermain. Petang Selasa lalu, Bancah dan Ade asal Sumbar, sempat bermain dengan gajah. Saking asyiknya main, tidak sadar jika Damar juga membahayakan. Meski umurnya baru sepuluh bulan, tapi badannya yang besar bisa membuat pengunjung kelabakan. 

Bukan hanya soal Damar yang kadang-kadang bisa langsung menerjang dengan belalai atau dengan kakinya. Tapi Ngatini, ibu Damar juga merupakan ancaman besar. Damar pengunjung yang berniat datangmengajak Damar bermain, sering disalahartikan sang ibu, Ngatini, kalau pengunjung ini justru mengganggu dan mengancam Damar. Ngatini, tak jarang mengeluarkan teriakan keras. Untung saja Ngatini diikat kakinya, sehingga tetap bisa dikontrol. 

Alex, salah seorang Mahout, nampak sibuk menjaga pengunjung dari serangan 'main-main' Damar. Ia sangat mahir, faham betul bagaimana cara menjinakkan Damar dan juga ibu serta Robin. Pengalaman Mahout juga layak untuk digali pengunjung saat berwisata ke Buluhcina. Negeri ini memerlukan hiburan dan juga tempat wisata.***
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook