Tajuk Rencana

Jamaah Calon Haji Harus Bersabar

2 Juni 2021 - 11.02 WIB

Umat muslim di Indonesia kembali harus bersabar. Keinginan menunaikan rukun Islam yang kelima tahun ini tampaknya tidak bisa terlaksana. Waktu yang semakin pendek tidak memungkinkan Pemerintah Indonesia mampu mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mengirim Jamaah Calon Haji (JCH) ke Arab Saudi.

Kementerian Agama (Kemenag) sudah berusaha menjalin komunikasi dengan pihak Arab Saudi. Terutama soal kepastian kouta jamah haji Indonesia. Tapi hingga kemarin kepastian itu belum juga turun. 


Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, bahwa tenggat waktu maksimal pemberian kuota untuk Indonesia adalah 28 Mei 2021. Agar ada waktu untuk melakukan persiapan. Sayang, sampai 1 Juni informasi penting itu tidak kunjung tiba.

Pandemi Covid-19 menjadi penyebab. Pemerintah Arab Saudi memang sudah membuka kembali izin berkunjung ke negaranya. Ada 11 negara yang warganya boleh berkunjung ke negara tersebut. Tapi tidak bagi warga negara Indonesia. Negara yang kita cintai ini masih di-suspend karena pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sebelumnya Arab Saudi menutup pintu bagi warga dari 20 negara. Termasuk Indonesia. 

Sebelas negara yang sudah bebas dari daftar suspend dan bisa terbang ke Arab Saudi adalah Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Jerman, Irlandia, dan Italia. Kemudian Portugal, United Kingdom, Swedia, Swiss, Prancis, serta Jepang. Sementara sembilan negara yang masih di-suspend adalah Indonesia, India, Afrika Selatan, Argentina, Brazil, Lebanon, Mesir, Pakistan, dan Turki. Padahal selain Argentina, dan Brazil, sembilan negara inilah yang punya jamaah haji terbesar. 

Keputusan pencabutan suspend adalah kebijakan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Sebab sebelas negara itu dianggap efektif dalam penanganan Covid-19.

Peluang pengiriman jamaah haji tahun ini semakin tipis. Apalagi waktu penyelenggaraan haji juga semakin mepet. Sesuai estimasi jadwal yang disusun Kementerian Agama, dalam kondisi normal jamaah haji mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada 15 Juni 2021.

Pemerintah bersama DPR sudah maksimal dalam menyusun persiapan penyelenggaraan haji di tengah pandemi. Komunikasi atau diplomasi ke Arab Saudi juga sudah dijalankan secara maksimal. Tapi hasilnya belum sesuai dengan harapan.

Sebab itu, Pemerintah Indonesia  harus mengambil keputusan cepat. Apakah tetap masih menunggu kepastian dari Arab Saudi atau memutuskan tidak mengirim JCH. Supaya ada kepastian bagi JCH yang sudah lama menunggu. Tapi mencermati kondisi yang terjadi, rasanya memang sudah tidak memungkinkan untuk mengirim jamaah haji tahun ini. Waktu yang tersisa tidak cukup untuk melakukan persiapan. 

Sekali lagi, kita harus bersabar. Mari sama-sama berjuang mencegah penularan Covid-19. Semoga tahun depan saudara-saudara kita yang sudah lama menunggu bisa menunaikan ibadah haji dan menjadi haji yang mambrur, aamiin.***
 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook