Home >> Opini >> Nila Andriani (Guru SMAN 1 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis)

Opini
Nila Andriani (Guru SMAN 1 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis)

Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pembelajaran Daring 

1 Oktober 2021 - 13.32 WIB

Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pembelajaran Daring 

Beberapa akibat dari pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan antara lain adalah penutupan sekolah-sekolah, mulai dari pendidikan usia dini, sekolah dasar dan sekolah menengah hingga juga pada level perguruan tinggi. Sebagai gantinya kemudian dipergunakan sistem pembelajaran jarak jauh. Sistem pembelajaran jarak jauh atau daring di satu sisi tentunya mampu mengakselerasi pendidikan 4.0 yang memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). 

Namun di sisi yang lain, ia sangat rentan bagi peserta didik terkhusus bagi peserta didik yang tinggal di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau dikenal dengan istilah “3T’.  Karena ia berpotensi menghilangan hak belajar peserta didik. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara tatap muka kini pindah ke pembelajaran jarak jauh.

Penerapan sistem pembelajaran jarak jauh di wilayah 3 T tentunya memiliki kendala yang tersendiri, di antaranya adalah: Pertama, keterbatasan jaringan internet. Tidak bisa dipungkiri bahwa pemerataan jaringan internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dilakukan. Hal ini dapat dilihat di mana daerah perkotaan lebih dominan daripada daerah perdesaan apalagi di wilayah 3 T. Akibatnya untuk melakukan pembelajaran secara daring baik melalui aplikasi zoom, google meet dan lain sebagainya tentunya mustahil untuk dapat mereka lakukan. 

Kedua, tidak semua peserta didik memiliki smartphone. Meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan kouta subsidi internet bagi seluruh peserta didik setiap bulannya, namun tetap saja bantuan kouta internet tersebut tidak dapat mereka gunakan, hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki telepon pintar atau smartphone. Penyebabnya adalah karena memang kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga yang tidak atau kurang mampu. 


Ketiga, rendahnya minat serta motivasi peserta didik terhadap pembelajaran daring. Hal ini terjadi karena pembelajaran daring selalu identik dengan penugasan baik di google classroom maupun di whasapp group, sehingga ianya terkesan membosankan. Rendahnya minat dan motivasi juga dipicu oleh rendahnya perhatian orang tua terhadap pembelajaran anaknya dikarenakan kesibukan orang tua dalam aktivitas sehari-harinya yaitu sebagai petani.

Melihat pada kondisi di atas, maka orang tua memiliki peran yang sangat  penting dalam  pendampingan pembelajaran jarak jauh anak di masa pandemi Covid-19 terlebih di wilayah 3 T. Hal ini dikarenakan pendidikan yang utama dan sangat utama dimulai dari lingkungan keluarga. Sehingga orang tua menjadi kunci utama terjadinya pendidikan di dalam keluarga itu sendiri. Dengan kata lain, pandemi Covid-19 menuntut peran orang tua untuk aktif serta maksimal dalam pendampingan pembelajaran anak. 

Di antara peran orang tua dalam pendampingan pembelajaran daring anak di masa pandemi Covid-19 adalah pertama, senantiasa mendukung pembelajaran anak baik secara moril maupun materil. Keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran.  Keterlibatan tersebut tidak hanya memberikan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran, tapi juga dalam bentuk pemantauan, mengingatkan tugas sekolah dan memberikan solusi ketika anak kesulitan dalam mengerjakan tugas dari guru. Selanjutnya orang tua juga diharapkan dapat berpartisipasi menjadi motivator bagi anak.

Kedua, mengarahkan anak untuk belajar melalui saluran televisi. Dalam rangka mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi, pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan program Belajar dari Rumah (BDR) yang ditayangkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk semua jenjang pendidikan. Program ini tentunya sangat membantu bagi peserta didik yang tinggal di wilayah 3 T, hal ini dikarenkan meskipun mereka tinggal di wilayah yang memiliki kesulitan akses internet, namun mereka memiliki kemudahan dalam akses siaran televisi. 

Ketiga, orang tua harus berkomunikasi secara intensif dengan guru. Hal ini perlu dilakukan karena komunikasi antara guru dengan orang tua dinilai memudahkan anak untuk merasakan pendidikan pengajaran walaupun tidak belajar secara tatap muka seperti biasanya. Sehingga komunikasi merupakan salah satu ikhtiar untuk mencapai keberhasilan pembelajaran daring selama pandemi. 

Melalui Komunikasi yang intens orang tua akan mengetahui bagaimana keaktifan serta partisipasi anaknya selama pembelajaran daring. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah, tetapi juga sekolah; guru dan keluarga; orang tua. Orang tua menjadi garda terdepan dalam mengawal anak-anak mereka untuk tetap belajar di rumah masing-masing, terlebih pada saat pembelajaran jarak jauh atau daring yang mana sangat dibutuhkan partisipasi orang tua agar pembelajaran ini dapat terlaksana dengan optimal.*** 
 






TERBARU





Shocktober - FOX Hotel Pekanbaru