Cari Opini


Home >> Opini >> Machasin (Dosen Prodi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unri)

Opini
Machasin (Dosen Prodi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unri)

Inovasi Berbasis Pengetahuan

2022-02-23 10:46:01 WIB

Inovasi Berbasis Pengetahuan

Orang yang akan berhasil dalam hidupnya adalah orang  yang selalu mencari keadaan baru yang diinginkannya. Kalau kita tidak menemukannya, kita harus berusaha bagaimana mampu merancang dan menciptakannya. Itulah yang disebut dengan kreativitas dan inovasi. Ketahuilah apa yang paling bermakna dalam hidup kita tercermin dari apa yang berhasil kita ciptakan yang mempunyai values dan kemanfaatan bagi diri sendiri dan orang lain.  

Karena itu capailah kesuksesan melalui inovasi yang berbasis ilmu pengetahuan.Teruslah belajar, biasakanlah  untuk berpikir sukses dan bersikap proaktif, memanfaatkan energy, mengendalikan kemalasan, merangsang ingatan serta harus siap berkorban  untuk  meraih segala impian. Jalani kehidupan secara total  dan kejarlah hasil  yang maksimal untuk menjadi yang terbaik, lakukan evaluasi diri sendiri sebelum mengevaluasi orang lain.

Inovasi tidak bisa dipisahkan dari manajemen pengetahuan yang menggambarkan berbagai aspek yang mendukung inovasi berkelanjutan. Dari aspek organisasi, inovasi berasal dari kemampuan perusahaan untuk me-manage, memelihara (maintenance) dan menciptakan (create) pengetahuan. Lebih jauh lagi mengenai hubungan antara inovasi dengan manajemen pengetahuan, bahwa proses inovasi merupakan hasil dari proses pengetahuan yang ada dalam organisasi, sementara itu proses pengetahuan merupakan komponen penting dalam keberhasilan inovasi jangka panjang.

Sejalan dengan pentingnya inovasi sebagai salah satu elemen penting bagi pertumbuhan perusahaan, maka seharusnya kita semua harus mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai bagaimana sebuah perusahaan atau organisasi menciptakan inovasi serta bagaimana inovasi tersebut dapat dikelola untuk jangka panjang.

Manajemen pengetahuan sebagai sebuah konsep mempunyai peranan yang penting untuk mengantarkan seseorang menggagas lahirnya sebuah inovasi baru. Dari aspek ekonomis, inovasi merupakan elemen yang paling penting dari pertumbuhan ekonomi,  karena inovasi diibaratkan sebagai bumbu utama bagi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

Penguasaan pengetahuan secara individu merupakan aset bagi perusahaan karena bisa menghasilkan ide-ide baru dan menciptakan peluang bagi pengembangan perusahaan. Karena itu, organisasi harus mampu memberikan reward yang seimbang kepada karyawan yang mampu melahirkan inovasi-inovasi baru bagi peningkatan dan pertumbuhan organisasi. Inovasi bisa digambarkan sebagai sebuah hasil penemuan dari suatu produk dan sebuah proses dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan secara finansial maupun nonfinansial (commercialization).

Karakteristik dari inovasi dibagi menjadi dua dimensi yang didasarkan pada perbedaan dalam hal konsep tentang inovasi. Dimensi yang pertama berhubungan dengan kemungkinan bahwa inovasi merupakan sebuah proses atau bisa juga merupakan hasil dari proses tersebut. Sebagai sebuah proses,  mengacu pada aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dalam menciptakan inovasi dan biasanya dideskripsikan dengan konsep pengembangan produk.  

Dimensi kedua, inovasi sebagai hasil (outcome) dari sebuah proses mengacu pada adanya ide-ide baru dan penciptaan solusi yang dihasilkan dari proses tersebut.  Kesimpulan dari kedua dimensi tersebut adalah bahwa perlu adanya pendekatan pengetahuan dalam memahami konsep inovasi.

Ketatnya persaingan yang dihadapi pada saat ini mewajibkan tiap anggota organisasi untuk berinovasi sepanjang waktu, tiada hari tanpa berinovasi.  Kemampuan organisasi untuk bertahan menjadi pemenang membutuhkan kepiawaian organisasi dalam menggabungkan manajemen pengetahuan yang mampu melahirkan inovasi baru. Peter F. Drucker mengenalkan konsep "knowledge worker", dimana telah terjadi perubahan paradigma tentang pengetahuan dan sumber daya manusia.

Para Wirausahawan dan para manajer menyadari bahwa inovasi yang berhasil disebabkan oleh bertambahnya pengetahuan secara intensif. Teknologi informasi berperan tidak hanya dalam mengorganisasi data menjadi informasi yang bermanfaat,  tetapi juga memberikan support dalam mentransformasi informasi tersebut menjadi pengetahuan organisasi. Proses inovasi yang melibatkan banyak pihak sangat memungkinkan terjadinya proses interaksi sosial dalam menciptakan pengetahuan baru.  

Inovasi mampu menciptakan modal dari pengetahuan yang ada dalam organisasi untuk menjadi pemenang. Untuk itu organisasi harus bisa mengidentifikasi tipe-tipe aset pengetahuan yang bermanfaat, dan memahami bagaimana manajemen pengetahuan bisa dilakukan secara lebih efektif. Hal inilah yang menjadikan adanya konektivitas antara inovasi dan pengetahuan dalam menghadapi keunggulan bersaing organisasi. Prinsip melaksanakan inovasi: Jangan suka menunda-nunda pekerjaan.***

Machasin, Dosen Prodi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unri