Cari Opini


Home >> Opini >> AISYAH LATUN UMMIAH (Mahasiswa Teknik Geologi UIR Angkatan 2017)

Opini
AISYAH LATUN UMMIAH (Mahasiswa Teknik Geologi UIR Angkatan 2017)

Evolusi dari Sudut Pandang Antara Sains dan Agama

2022-06-10 09:19:41 WIB

Evolusi dari Sudut Pandang Antara Sains dan Agama

ORANG-orang kebanyakan jikalau membahas soal evolusi pasti mengarah ke Charles Darwin. Padahal Darwin merupakan salah satu ilmuwan evolusioner jadi bukan satu-satunya.

Evolusi dominan digunakan dalam kaitan secara biologi atau zoologi, tetapi ada juga menggunakan evolusi dalam kebudayaan. Salah satu ilmuwan yang menggunakan evolusi dalam dunia kebudayaan adalah ilmuwan muslim yang bernama Ibnu Maskawai (Abu Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Yakub bin Maskawai).

Definisi evolusi oleh para ilmuwan kebanyakan terlalu sulit dimengerti dan berbelit-belit dalam penuturannya bahkan dapat menimbulkan kontroversi, karena disebabkan setiap ilmuwan yang mencetuskan makna dari evolusi itu berdasarkan keyakinan mereka masing-masing.

Ada empat teori evolusi yang terkenal dan dipakai hingga saat ini, di antaranya sebagai berikut: Pertama, Teori Fixisme Aristoteles. Ilmuwan terkenal yang menganut paham teori ini adalah Aristoteles, Plato, Leeuwenhoek, Cuvier, Linnaeus, Hook, dan Buffon. Teori ini dicetuskan pada tahun 348-432 Sebelum Masehi. Beliau mengatakan bahwa " organisme yang ada dianggap tidak sempurna tetapi bergerak ke arah keadaan yang lebih baik dan suatu jenis organisme yang diciptakan Tuhan adalah tetap (fix=tetap).

Apabila terdapat kelainan atau cacat tubuh, hal itu disebabkan karena adanya mutasi gen atau kutukan dari Tuhan". Kedua, Teori Lamarckisme (Masa Adaptasi dan Transformasi). Teori ini dicetuskan oleh Jean Baptisme de Lamarck (1744-1829), beliau merupakan ahli botani dan orang pertama yang menyusun sebuah teori evolusi yang menjelaskan bagaimana dan mengapa perubahan terjadi.

Beliau yakin bahwa makhluk hidup memiliki suatu kecendrungan alamiah untuk berkembang maju, serta memiliki kemampuan meneruskan ciri-ciri berguna yang berkembang selama perjalanan hidup mereka.

Ketiga, Hukum Mendel ( Masa Teori Genetika dan Evolusi Modern) Pencetus teori ini adalah Gregor Johann Mendel (1865), beliau merupakan seorang biarawan Austria yang mengemukakan bahwa sifat-sifat tertentu dapat diturunkan dengan ketelitian yang akurat. Mendel berhasil analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan terhadap tanaman sayur-sayuran dalam rangka mencari bibit unggul.

Keempat . Teor i Evolusi Darwin (Seleksi Alam) dan Teori Neo Organik Darwin Teori ini dicetuskan oleh Charles Robert Darwin pada tahun 1809-1882, beliau merupakan ilmuwan dan naturalis berkebangsaan Inggris yang tidak mengenyam pendidikan biologi malahan beliau bersekolah di bidang farmasi (obat-obatan).

Teori Darwin adalah teori seleksi alam Darwin yang juga dikenal dengan teori Darwin abad ke-19. Teori Darwin tidak bisa dikaitkan dengan konteks agama apapun karena beliau merupakan penganut atheis agnostik, ada empat kesulitan Darwin dalam teorinya di antaranya: Pertama, s eandainya spesies memang diturunkan dari spesies lain dengan gradasi yang tidak disadari, kenapa kita tidak dapat keberadaan bentuk yang tidak terhitung jumlahnya ini hampir di semua tempat?
Kedua, apakah mungkin misalnya seekor hewan yang memiliki struktur dan kebiasaan seekor kelelawar, dapat terbentuk dari modifikasi hewan tertentu dengan kebiasaan yang benar-benar berbeda?

Ketiga, dapatkah naluri atau insting diperoleh dan dimodifikasi melalui seleksi alam? Apa yang harus kita katakan mengenai naluri yang menakjubkan yang menuntun lebah untuk membuat sel-sel, yang pada praktiknya mendahului penemuan ahli-ahli matematika terkemuka? (yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah mengapa lebah bisa memiliki naluri membuat segi enam pada sarangnya dengan ukuran yang akurat dan relatif sama, mendahului ahli matematika terkemuka, dalam artian bahwa lebah lebih dulu menemukan bentuk segi enam dibandingkan manusia).

Keempat, bagaimana bisa menerangkan terhadap spesies-spesies, saat disilangkan dalam keadaan steril akan menghasilkan keturunan yang steril, sedangkan saat varietas-varietas disilangkan, kesuburan mereka tidak terpengaruh?

Darwin mengatakan bahwa bisa saja teorinya dapat dipatahkan apabila diperlihatkan secara detail bagaimana susunan tubuh atau organ makhluk hidup yang kompleks itu tidak mengalami perubahan atau modifikasi baik itu dari nenek moyangnya sampai ke modernnya, di mana pernyataan beliau sebagai berikut: "Seandainya dapat diperlihatkan bahwa suatu organ kompleks yang saat ini ada, dan yang tidak mungkin terbentuk melalui modifikasi- modifikasi kecil yang berjumlah banyak dan terus-menerus, maka teori saya akan terpatahkan. Akan tetapi saya tidak menemukan kasus semacam ini".***