Cari Opini


Home >> Opini >> Suzanna Hadi Marifat (Divisikominfo MMJ)

Opini
Suzanna Hadi Marifat (Divisikominfo MMJ)

Mengenal Konsul Jenderal Perempuan Pertama RI di Osaka

Senin, 24 Oktober 2022 WIB

Mengenal Konsul Jenderal Perempuan Pertama RI di Osaka

Mihara adalah sebuah kota di Jepang 230 Km dari Osaka. Warga negara Indonesia yang menetap di kota ini berjumlah lebih kurang 250 jiwa dan mempunyai kontribusi positif bagi Kota Mihara. Hal itu dikatakan Wali Kota Mihara saat bertemu dengan Diana Emilla Sari Sutikno, Konsul Jendral RI ke 23 yang bertugas di Osaka.

Jumlah WNI di Jepang barat yang diayomi oleh KJRI Osaka meliputi 17 Prefecture (setingkat Provinsi) lebih kurang 16.000 jiwa. Dari jumlah itu, 2.000 jiwa berada di Hiroshima dan 200 hingga 250 jiwa berada di Mihara.  Karena itu, mengingat waktu yang terbatas dan biaya yang di keluarkan juga lumayan mahal (jarak dari Osaka ke Mihara lebih kurang 230 km)  protap (prosedur tetap) dalam setiap kunjungan ke daerah selain bertemu dengan pemerintah daerah, Konjen RI  juga bertemu dengan masyarakat Indonesia dan mitra bisnis setempat. Berikut catatan saya dari kunjungan tersebut.

Ketika itu Hari sudah mulai gelap, jarum jam  menunjukkan angka 18 lebih beberapa menit. Temperatur di awal musim gugur di akhir bulan September 2022 mulai turun ke angka dibawah 23 derajat Celcius, di saat yang bersamaan matahari lebih cepat bersembunyi di balik awan. Suasana malam terasa sangat nyaman.

Jemaah Masjid Mihara baru selesai melaksanakan sholat wajib berjamaah, ketika mobil tamu yang  di tunggu datang dan berhenti di area parkir MMJ (Masjid Mihara Jepang/Mihara Mosque Japan). Direktur MMJ, Ustad Tarmizi Muhammad Umar dan beberapa jamaah termasuk tim dari Kominfo sudah menunggu di halaman masjid. Sambil bersalaman Ustad Tarmizi membawa para tamu menuju meja dan kursi yang telah dipersiapkan di area pelataran masjid.


Tamu yang dimaksud adalah Ibu Diana Emilla Sari Sutikno, Konsul Jendra RI ke 23 di Osaka dan Konsul Jendral perempuan pertama yang diangkat pada jabatan tersebut. Kunjungan ibu Konjen ke MMJ adalah dalam rangka melihat lebih dekat lokasi yang akan di jadikan sebagai tempat untuk membuka warung konsuler pada  hari Sabtu dan Ahad tanggal 1 dan 2 Oktober 2022.

Sambil menunggu hidangan disiapkan, Ustad Tarmizi menemani ibu Diana berbincang-bincang. Lokasi di pelataran MMJ memang menjadi tempat favorite untuk menjamu tamu yang datang, di tempat ini sering di gelar acara-acara lainnya seperti pencak silat, ngobrol santai antar jemaah dan lain-lain.  Istri ustad Tarmizi, Aida Narita telah menyiapkan soto kambing beserta nasi putih hangat sebagai santapan para tamu dari Osaka. Sangat cocok di makan dalam suasana yang cukup dingin seperti malam ini.

Kunjungan  Konjen ke MMJ adalah dalam rangka melihat lebih dekat lokasi yang akan di jadikan sebagai tempat untuk membuka warung konsuler pada  hari Sabtu dan Ahad tanggal 1 dan 2 Oktober 2022. Konjen Diana Emilla Sari Sutikno diangkat sebagai Konsul Jenderal RI Osaka melalui Keputusan Presiden Nomor 70/M Tahun 2020 pada tanggal 1 Desember 2020 dan secara resmi dilantik oleh Menteri Luar Negeri RI, YM Retno LP Marsudi pada 7 Desember 2020.

Beliau tiba di Osaka, Jepang pada 6 Februari 2021. Selama lebih dari dua dekade berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Konjen Diana telah mewakili Indonesia di berbagai perundingan regional dan multilateral dan pada tingkat domestik, tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai diplomat RI di Kementerian Luar Negeri, tetapi juga selama menjabat sebagai Kepala Biro Kerja Sama di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari 2017 – 2020.

Karir Konjen Diana di Kementerian Luar Negeri dimulai pada tahun 1998 di mana beliau bertugas pada Biro Perencanaan dan Organisasi yang diikuti  dengan penguasan  di Perutusan  Perutusan Tetap RI (PTRI) di Jenewa pada tahun 2003 – 2007. Selama bertugas di PTRI Jenewa dan selanjutnya di Direktorat Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kemanusiaan pada tahun 2007 – 2010, beliau mendapatkan penugasan untuk menangani isu-isu Hak Asasi Manusia.

Konjen Diana kemudian ditugaskan pada PTRI untuk PBB di New York di mana beliau menangani isu-isu perdamaian dan keamanan internasional, termasuk berkaitan dengan peran Indonesia pada isu pemeliharaan perdamaian, pembangunan perdamaian pasca-konflik, mediasi dan isu-isu Dewan Keamanan PBB dari 2010–2014.

Pada kesempatan itu Konjen Diana berpesan agar setiap WNI yang menetap di Jepang, baik untuk bekerja, bersekolah maupun mendampingi/mengikuti keluarga wajib untuk melakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI  di www.peduliwni.kemlu.go.id.  Melaporkan diri kepada Perwakilan RI di tempat menetap di luar negeri merupakan kewajiban yang diamanatkan dalam UU kewarganegaraan.

Menurutnya prosderu lapor diri mudah, tanpa biaya dan data aman tersimpan. Dengan lapor diri, WNI di wilayah kerja akan mendapatkan manfaat peningkatan pelindungan dan pelayanan yang diberikan oleh KJRI Osaka. Selain itu dengan lapor diri, juga dapat menjamin terpenuhinya hak-hak sipil dan konstitusional WNI mengingat data lapor diri merupakan salah satu basis data yang akan digunakan untuk menetapkan DPTLN (Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri).

Ia juga menjelaskan tagline KJRI Osaka adalah SUGOII. Sugoii yang dalam bahasa Jepang berarti hebat, besar dan agung. Pada tagline KJRI, Sugoii merupakan singkatan dari Sopan, Gesit, Objektif, Inovatif dan Inklusif. Konjen Diana mengucapkan rasa syukur dapat bertemu dan bersilaturrahim dengan WNI di MMJ dan mengatakan bahwa ini merupakan perjalanan yang penting. Salah satu perwujudan  dari negara melayani antara lain adalah dengan menghadirkan Warung Konsuler di MMJ pada hari Sabtu dan Ahad tanggal 1 dan 2 Oktober 2022, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Osaka.

Pelayanan konsuler KJRI Osaka meliputi antara lain pembuatan paspor/ SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) dan Affidavit, lapor diri, legalisasi dokumen, surat keterangan kelahiran, pengurusan pernikahan/perceraian, dan sebagainya

Informasi lebih lengkap dapat dilihat di website KJRI Osaka, https://www.kemlu.go.id/osaka.***