Cari Opini


Home >> Opini >> Lania Nur Azizah (Mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas)

Opini
Lania Nur Azizah (Mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas)

Penggunaan Hynoparenting untuk Anak Usia Dini

Rabu, 21 Desember 2022 WIB

Penggunaan Hynoparenting untuk Anak Usia Dini

Akhir-akhir ini, isu parenting sedang menjadi topik hangat yang sering diperbincangkan. Dibuktikan dari meningkatnya frekuensi konten-konten di media sosial yang membahas tentang parenting. Hal ini merupakan kabar baik karena menunjukkan masyarakat terutama orang tua yang menjadi semakin sadar akan pentingnya menggunakan pola asuh yang baik. Setiap orang tua pasti memiliki pola asuh tersendiri dalam mendidik anaknya.

Penggunaan pola pe­ngasuhan yang baik sejak anak dalam usia dini akan membantu anak dalam perkembangan sosial dan emosionalnya. Ketika anak mendapatkan pengasuhan positif dari orang tua, anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Sebaliknya, ketika anak tidak mendapatkan pengasuhan positif, anak akan mengalami kesulitan dalam perkembangannya.

Mengingat bahwasannya usia dini merupakan masa penting dalam tahapan tumbuh kembang anak, dibutuhkan metode pengasuhan positif untuk mendukung perkembangan anak.  Metode hypnoparenting dapat menjadi solusi bagi orang tua dalam membantu anak membentuk rasa tanggung jawab, rasa disiplin diri, rasa mandiri, dan kemampuan pengendalian emosi anak.

Hypnoparenting merupakan metode yang digunakan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak dengan memanfaatkan  hypnosis untuk ditanamkan sugesti positif pada pikiran bawah sadar anak. Hypnosis adalah kondisi ketika kesadaran seseorang menurun yang umumnya disebabkan oleh pemberian sugesti yang membuat relaks. Pada saat hypnosis, gelombang otak seseorang berada dalam frekuensi alpha atau theta, yang mana gelombang tersebut menunjukkan keadaan otak yang tenang dan akan mudah untuk terpengaruhi oleh sugesti yang diberikan.  


Dalam sistem kerjanya, sugesti yang diberikan oleh orang tua akan ditangkap oleh sistem panca indera anak, yang kemudian akan diolah oleh pikiran sadar, dan diteruskan ke alam bawah sadar dan tersimpan disana. Sehingga dapat disimpulkan, hypnoparenting merupakan cara pengasuhan orang tua yang dilakukan dengan memanfaatkan kondisi saat otak anak dalam frekuensi yang tenang untuk ditanamkan sugesti-sugesti positif.

Sugesti positif yang diberikan orang tua diharapkan akan melekat pada pemikiran bawah sadar dan nantinya mempengaruhi perilaku anak. Sejalan dengan teori dari Azwar (2012) yang menyatakan bahwa ketika rekaman sugesti tersimpan di dalam pikiran bawah sadar anak, maka setiap perilaku anak akan mengarah pada sugesti tersebut. Terutama bagi anak usia usia dini yang merupakan usia dimana sugesti yang diberikan akan masuk ke pikiran bawah sadar anak tanpa terkecuali. Dan juga pada masa usia dini, otak anak berkembang cepat sehingga mudah untuk menerima sugesti dari luar (Khaironi, 2018).

Hal ini menjadi momentum yang tepat bagi orang tua untuk memberikan sugesti positif pada anak melalui hypnoparenting. Melalui hypnoparenting, orang tua dapat membentuk perilaku anak sesuai yang diharapkan tanpa harus menggunakan paksaan dan ancaman. Penggunaan metode hypnoparenting memberikan banyak manfaat baik bagi perkembangan anak dan juga orang tuanya. Hypnoparenting terbukti dapat meningkatkan kualitas komunikasi dan kecerdasan spiritual antara anak dan orang tuanya.

Hypnoparenting juga dapat memberikan banyak manfaat pada perkembangan aspek psikososial anak, seperti membentuk rasa tanggung jawab, kemandirian, percaya diri, dan pengendalian emosi anak.

Manfaat pertama dari peng­gunaan hypnoparenting adalah membantu membangun rasa tanggung jawab anak. Pada umumnya, permasalahan terkait rasa tanggung jawab yang dimiliki anak usia dini terlihat dari ketidakmampuannya terhadap beberapa hal, seperti berterima kasih saat diberi bantuan, meminta maaf saat melakukan kesalahan, dan menjaga barang yang bukan miliknya . Permasalahan ini tentunya dipengaruhi oleh pengasuhan orang tua.

Orang tua yang menunjukkan cinta dan kehangatan, berkomunikasi dengan suara yang lembut, dan menjalin interaksi yang baik dengan anak terbukti dapat mengembangkan sikap tanggung jawab pada diri anak. Oleh karena itu, penggunaan metode hypnoparenting dapat menjadi solusi untuk orang tua dalam membangun rasa tanggung jawab anak terhadap dirinya.

Dengan memberikan sugesti positif pada anak melalui hypnoparenting, seperti mengatakan “anak baik harus meminta maaf ketika membuat kesalahan”, akan lebih mudah untuk diterima oleh anak dan anak tidak merasa terpaksa. Hal ini juga diperkuat berdasarakan penelitian eksperimen yang dilakukan oleh Veri dkk (2022) yang melihat tingkat tanggung jawab anak usia dini sebelum dan sesusah dilakukan hypnoparenting. Dan hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan metode hypnoparenting terbukti meningkatkan rasa tanggung jawab anak usia dini.

Manfaat selanjutnya dari penggunaan metode hypnoparenting adalah orang tua dapat membantu membangun rasa disiplin anak. Kemampuan disiplin diri menjadi kemampuan dasar yang harus dibentuk sejak anak usia dini dan diperlukan untuk perkembangan anak karena dapat memberi rasa aman, membuat anak dapat belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik, serta membantu anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Terdapat hubungan antara perkembangan rasa disiplin anak dengan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua.

 Umumnya, orang tua akan menggunakan cara yang tegas untuk mengatasi perilaku anak yang kurang disiplin, seperti memarahi, memberi hukuman, atau mendesak anak. Namun perlakuan tersebut malah akan membuat anak terpaksa dan merasa takut pada orang tua. Dengan menggunakan metode hypnoparenting, orang tua akan lebih mudah dalam membentuk rasa disiplin anak tanpa usur paksaan yang membebani anak.

Hal ini dikarenakan dengan hypnoparenting orang tua lebih menggunakan sugesti positif yang bekerja pada alam bawah sadar anak, sehingga anak tidak merasa terpaksa untuk disiplin. Didukung oleh literature review yang dilakukan oleh Trinanasari dkk (2021) terhadap 20 jurnal penelitian terkait hypnoparenting yang menghasilkan bahwa hypnoparenting sangat efektif bagi orang tua untuk mengatasi permasalahan anak usia dini terutama dalam meningkatkan rasa disipin diri.


Selain dapat membangun rasa disiplin, hypnoparenting juga dapat membangun kemandirian anak. Pada masa usia dini, anak sedang dalam fase berinisiatif untuk melakukan sesuatu sendiri dan mengembangkan rasa mandirinya. Ketika orang tua tidak memberikan pengasuhan yang tepat, seperti terlalu dikekang atau sering dimarahi, anak akan memiliki rasa bersalah karena berinisiatif dan anak menjadi sulit untuk mandiri. Penggunaan pola asuh yang positif lebih efektif dalam membangun kemandirian anak daripada pola asuh yang negative.

Dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2019) bahwa anak yang diasuh secara otoriter memiliki tingkat kemandirian yang rendah dibandingkan dengan anak yang diasuh secara positif. Oleh karena itu, orang tua dapat menggunakan hypnoparenting untuk membangun kemandirian anak dengan cara memberikan sugesti positif, salah satunya dengan memberikan pujian, yang dapat menambah rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Dengan sugesti yang tertanam dalam pikiran anak, diharapkan anak dapat menjadi lebih berinisiatif dan mandiri.

Manfaat lain dari penggunaan hypnoparenting adalah dapat membantu orang tua membentuk kemampuan pengendalian emosi pada anak.***

Lania Nur Azizah, Mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas