Cari Opini


Home >> Opini >> Irfarial (Statistisi BPS Riau)

Opini
Irfarial (Statistisi BPS Riau)

Keseriusan Menjaga Inflasi

Senin, 02 Januari 2023 WIB

Keseriusan Menjaga Inflasi

Betapa kagetnya Riau ketika Presiden Jokowi mengumumkan terdapat lima provinsi yang memiliki inflasi tinggi di Juli 2022, salah satunya adalah Provinsi Riau. Hal itu disampaikan presiden dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2022 pada Agustus lalu. Inflasi Riau (y-on-y) pada Juli mencapai 7,04 persen. Kalau diurutkan Riau nomor empat tertinggi, yang pertama Provinsi Jambi 8,55 persen, Sumatera Barat 8,01 persen, Bangka Belitung 7,77 persen, dan Riau 7,04 persen. Yang kelima adalah Aceh sebesar 6,97 persen.

Padahal 2022 baru berjalan 7 bulan, sedangkan tingkat inflasi yang ditargetkan secara nasional adalah 3 persen plus minus 1 persen hingga akhir 2022. Artinya adalah tingkat inflasi Provinsi Riau yang terjadi sudah jauh melampaui target nasional. Ini harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) segera melakukan konsolidasi dan kolaborasi, bergerak cepat dengan berbagai kebijakan dan kewenangan yang dimiliki oleh Pemprov Riau untuk menurunkan angka inflasi Riau hingga akhir 2022. Alhasil di Agustus terjadi deflasi sebesar 1,23 persen, September kembali inflasi sebesar 1,53 persen, Oktober kembali deflasi sebesar 0,69 persen, dan di November terjadi inflasi cukup tipis yaitu sebesar 0,12 persen. Sehingga sampai November 2022   inflasi Riau (y-on-y) berhasil ditekan hingga mencapai 5,89 persen.

Namun angka inflasi ini tergolong masih cukup tinggi dari harapan presiden yaitu dimana Presiden Jokowi berharap sampai akhir 2022 tingkat inflasi (y-on-y) bisa ditekan di bawah 5 persen dan syukur bisa di bawah 3 persen.


Tanpa tendensi dan maksud apapun, lewat tulisan opini yang dimuat di harian Riau Pos, 6 April 2022 dengan judul Waspadai Inflasi Tinggi, telah disampaikan bahwa penyumbang terbesar terjadinya inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Di dalamnya terdapat berbagai komoditas yang menjadi keperluan pokok masyarakat, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, berbagai bumbu masak seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya.***