Cari Opini


Home >> Opini >> SABBIH S. Ud (Penyuluh Agama Islam Kecamatan Langgam)

Opini
SABBIH S. Ud (Penyuluh Agama Islam Kecamatan Langgam)

Penyuluh Agama Islam

Sabtu, 21 Januari 2023 WIB

Penyuluh Agama Islam

Penyuluh agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran, dan binaan.

Dalam melaksanakan tugasnya penyuluh agama harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan yang memadai, dalam rangka membangun kehidupan masyarakat yang agamis, nasionalis, beriman, bertakwa berakhlak karimah serta berbudi pekerti luhur. Performance sangat penting untuk penyuluh agama.

Selain itu penyuluh agama dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif, harus memiliki kelompok binaan baik rintisan awal ataupun bergabung bersinergi dan berinovasi dengan kelompok binaan yang sudah ada. Jangan lupa penyuluh untuk membiasakan Tabayyun, jangan lupa akan tugas penyuluh Agama Islam yakni memberikan edukasi, informatif, konsulkatif (harus punya wawasan).

Penyuluh merupakan ujung tombak (garda terdepan) Kementerian Agama dalam pelaksanaan tugas membimbing umat dan mengembangkan visi dan misi Kementerian Agama yaitu terwujudnya masyarakat indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, sejahtera lahir batin.


Sebenarnya siapapun yang memberikan ilmu agama, ceramah ,arahan yang bersifat ke agamaan kepada masyarakat sudah dikatakan penyuluh agama , tentunya sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, makanya ada penyuluh agama Islam, Budha, Kristen dan agama yang diakui di negara kita. Mereka adalah yang menerangi masyarakat dengan ilmunya.

Hanya saja yang digaji pemerintah sebagai penyuluh tentunya mereka yang sudah lolos ujian dan mendapat surat keputusan (SK) dari pemerintah yang berwenang. Perintah berdakwah atau menyuluh masyarakat tentunya tak lepas dari anjuran agama itu sendiri. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (Alqur’an surat Ali-Imran Ayat 110)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriuman kepada Allah “ ( Alqur’an surat An-Nahl ayat 125).

Di sinilah penyuluh agama dituntut memberikan penyuluhan dengan penuh hikmah dan maui’dzoh hasanah pengajaran yang baik demi melahirkan masyarakat menjadi masyarakat relijius beradab serta setia kepada negara.

Menyampaikan dakwah agama tentunya perlu dengan kelembutan serta pendekatan agar dakwah itu lebih mudah diterima, begitu pula dalam nahi munkar tentu ada adab yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan fase-fase yang harus dilewati, tidak mentang – mentang melihat orang mabuk langsung main hajar saja, sebab bernahi nunkar itu ada yang kewajiban aparat pemerintah, ada yang wajib secara person.


Dan hukum asli nahi munkar adalah fardu kifayah (sudah cukup andai ada segelintir orang saja yang melaksanakan). Lebih jelasnya masalah ini telah dikupas panjang oleh Al-Ghazali dalam kitab Ihyak Ulumiddin.

Di antara adab bernahimunkar adalah bersifat waro. Berilmu tentang masalah, nasehat terlebih dahulu,bila tidak digubris baru teguran keras, baru beraksi jika memungkinkan aksi tersebut tidak lebih banyak mudaratnya.

Maka dalam tupoksi  pe­nyu­luhan ada spesialisasi wajib yang dibebankan kepada penyuluh itu sendiri yaitu keluarga sakinah/perkawinan, wakaf, zakat, narkoba, pergaulan bebas, pengentasan buta huruf Alquran, kerukunan umat beragama, radikalisme, aliran sempalan.

Selain tupoksi diatas penyuluh agama Islam juga bebas mengajarkan ajaran agama Islam lainnya seperti ilmu ke pesantrenan ,cara membaca kitab kuning cara membaca Arab Melayu sehingga jamaah binaan diharapkan mampu menggali ilmu dari kitab-kitab yang ditulis para ulama baik dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa Arab Melayu ,sebab ulama nusantara ini lebih banyak menuliskan karyanya dalam bahasa Arab Melayu atau Arab Jawi.

Sejatinya jamaah binaan penyuluh itu sendiri mampu juga menyuluh di kemudian hari. Maka dari sini penyuluh agama Islam dituntut mampu memahami kitab-kitab klasik (kitab kuning) agar penyuluhan tambahan ini langsung melihat sumber yang asli yakni merujuk pada kitab-kitab ulama.

Di samping ilmu yang dikuasai seorang penyuluh, ia juga harus memahami budaya lokal setempat ini bertujuan demi mudahnya tersampaikan da’wah kepada masyarakat yang dibina.

Yang terpenting dari itu semua hendaklah seorang penyuluh, pemangku agama, atau apapun namanya supaya menyalakan api suluhnya. Api suluh yang dimaksud adalah ilmu, keikhlasan dan semangat.

Penyuluh berarti menerangi, bagaimana mungkin yang disuluh akan terang benderang sementara cahaya suluh kita sedang redup, Maka hendaknya si penyuluh harus bersifat takwa kepada Allah serta mengamalkan ilmunya , ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Penyuluh agama Islam bagaikan magnet di tengah umat ia merupakan contoh suri tauladan di masyarakat yang dituntut mampu menarik orang kepada kebaikan, maka hendaknya seorang penyuluh mempunyai semangat yang tangguh serta hati yang ikhlas sebagaimana semboyan kementerian agama ikhlas beramal.

Seorang penyuluh jangan pernah seperti lilin mampu menyinari orang lain namun dirinya sendiri hangus terbakar, jangan sampai kita ajarkan kebaikan sementara kita mengabaikan kebaikan. Magnet salah satu kutubnya dapat menarik benda lain, sejatinya seorang pendakwah agama (penyuluh) harus kuat hubungan nya dengan Allah sehingga dengan aura itu ia mampu menarik orang lain.

Hal ini pernah diungkapkan sahabat di hadapan Nabi Muhammad SAW, ‘‘Ya rasul saat kami berada di depanmu seolah kami melihat neraka, kami sungguh takut kepada Allah tapi saat kami pulang ke rumah perasaan itu hilang kembali.’’

Di sinilah hebatnya magnet positif nabi, artinya aura seorang pendakwah itu sangat penting dengan menunjukkan akhlakul karimah kepada manusia sehingga orang lain terangsang untuk mengikutinya.

Bila hati telah hidup dengan sinaran ilmu,kemudian kita amalkan baru kita dakwahkan maka orang lain akan ikut pula mendapat pancaran cahaya sehingga kita semua jadi insan yang baik selamat dunia akhirat.***