Cari Opini


Home >> Opini >> Sarah Sholikhatun Risma (BPS Provinsi Riau)

Opini
Sarah Sholikhatun Risma (BPS Provinsi Riau)

Retrospeksi Google Trend

Sabtu, 21 Januari 2023 WIB

Retrospeksi Google Trend

Tidak terasa 2022 sudah terlewati, selamat datang etape baru 2023. Sebagian orang menyambut awal tahun baru dengan menyusun resolusi-resolusi yang akan dijalankan, sebagian lainnya melakukan refleksi peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sebelumnya seperti pepatah populer yang mengatakan “Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow” bahwa belajar dari masa lampau, hidup untuk hari ini dan berharap untuk masa depan. Menarik untuk mencermati apa saja tren yang telah terjadi beberapa periode terakhir.

Memahami tren kepopuleran dapat memberikan keuntungan baik secara komersil maupun non komersil. Keuntungan komersil misalnya, dapat memberikan keuntungan dalam strategi bisnis untuk mengetahui selera konsumen mayoritas dan memprediksi akan banyaknya permintaan. Sementara itu, pada sektor non komersil juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran mengenai keefektifan penyebaran informasi digital secara masif pada masyarakat.

Di era digital masa kini dimana dunia selalu berkembang dengan sifatnya yang pasti dinamis mengharuskan kita untuk selalu mengikuti perkembangan tren populer terbaru, salah satunya dengan memanfaatkan layanan Google. Tidak dapat dipungkiri bahwa platfom Google dengan segala kelengkapan fitur-nya, selalu digunakan untuk membantu kegiatan atau pekerjaan kita sehari-hari. Mulai dari pemilihan rute terbaik memanfatkan layanan Google Maps sampai dengan mencari resep terpopuler melalui video Youtube. Dalam hal pencarian tren kepopuleran itu sendiri, dapat memanfaatkan salah satu layanan Google bernama Google Trends. Semenjak digulirkan layanan Google Trends pada tahun 2006, banyak fitur dan fungsi yang telah dikembangkan dengan tujuan untuk mengetahui topik pencarian yang sedang tenar ataupun menemukan kueri pencarian terpopuler. Setiap tahunnya, Google Trends mengeluarkan sepuluh daftar hasil penelusuran teratas pengguna melalui mesin pencarian Google.

Perubahan Pola
Tren kepopuleran beberapa tahun terakhir berisi peristiwa yang telah terjadi mulai dari bencana alam, peristiwa nasional, perhelatan even olahraga, nama tokoh dan lainnya. Selama kurun masa 2012 sampai setidaknya 2020, tren kepopuleran mayoritas didominasi dengan hal-hal yang berkaitan dengan dunia hiburan. Mulai dari nama lagu (Gangnam Style, Sakitnya Tuh Disini, Goyang Dumai), nama artis (Noah, Cherry Belle, Ayu Ting Ting) sampai judul film (Pengabdi Setan, Fast Furious, Dua Garis Biru). Namun dua tahun terakhir, tren kepopuleran mulai bergeser dengan masuknya beberapa tema baru dalam daftar pencarian teratas Google di antaranya: kesehatan, dunia digital, hobi sampai dengan fenomena sosial yang menjadi perhatian masyarakat.


Adanya pandemi Covid-19 kemungkinan besar menjadi salah satu pemicu masyarakat marak membicarakan mengenai isu kesehatan akhir-akhir ini. Mulai dari beradaptasi dengan tatanan kehidupan sosial yang baru melalui penerapan protokol kesehatan serta adanya Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Beberapa kueri populer yang muncul terkait tema kesehatan yaitu: Hidup Sehat, Virus Corona, Hand Sanitizer, Vaksin Covid-19, Pencegahan Covid-19, sampai dengan Hepatitis Akut. Akan tetapi bukan isu kesehatan yang mendominasi pencarian kueri terpopuler dua tahun terakhir, melainkan munculnya fenomena sosial baru yang paling banyak menyedot perhatian masyarakat.

BTS Meal, Citayam Fashion week, Apa Arti Bestie, Deep Talk, Love Language merupakan istilah lazim yang banyak diperbincangkan oleh kawula muda dan menjadi pencarian kueri teratas platform Google sepanjang 2021-2022.***