MOTO-GP 2020

Fabio Quartararo Harapan Pendobrak Dominasi Marc Marquez

Advertorial | Selasa, 03 Maret 2020 - 20:43 WIB

Fabio Quartararo Harapan Pendobrak Dominasi Marc Marquez
Pembalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo di sela-sela tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar. (MotoGP)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Ada yang membesarkan hati rider-rider Yamaha setelah melakoni dua tes pramusim MotoGP di Malaysia dan Barcelona. Yaitu, ban baru Michelin yang konon sangat cocok dengan karakter YZR M-1. Sinyal-sinyal itu sudah cukup terekam dalam hasil tes pramusim.

Siang itu, 14 Oktober 2001, Valentino Rossi menyegel gelar juara dunia di kelas 500 cc (sekarang MotoGP) di Sirkuit Phillip Island, Australia. Sampai saat ini, sejarah mencatat momen itu sebagai kali terakhir seorang rider dari tim non pabrikan alias satelit sukses menjuarai balapan kelas premier. Saat itu, Rossi mengendarai Honda NSR 500 bersama tim Nastro Azzurro.

Nyaris dua dekade setelahnya, seorang anak muda dari Prancis Fabio Quartararo berpeluang menyamai rekor tersebut. Musim debutnya bersama Petronas Yamaha-SRT tahun lalu sudah cukup menunjukkan potensinya untuk bertarung tanpa canggung dengan pembalap-pembalap top.

Dan tahun ini seiring dengan semakin matangnya mental bertarungnya, Quartararo dianggap sebagai calon kuat pendobrak dominasi Marc Marquez.

Sama dengan Rossi pada 2001, Quartararo juga akan menunggang motor yang punya spek nyaris identik dengan motor rider tim pabrikan. Sama-sama spek 2020. Selain itu, Quartararo akan melakoni musim keduanya di kelas premier, sama saat Rossi menjuarai kelas 500 cc pada 2001.

Dan sekali lagi, ban yang selama ini dikeluhkan rider-rider Yamaha sudah ”berpihak” kepada mereka.

Apakah Quartararo bakal menghentikan rekor panjang yang selama ini dipegang Rossi? Banyak yang yakin dengan harapan itu. Namun, tak sedikit yang masih meragukannya

Semestinya, Quartararo akan bertarung habis-habisan dan tanpa beban tahun ini. Sebab, masa depannya di MotoGP sudah terjamin setelah Yamaha memastikan satu kursi balap di tim pabrikan milik Rossi bakal beralih kepadanya pada 2021.

Tentu Quartararo perlu membuktikan bahwa keputusan besar Yamaha mempromosikannya ke tim utama tidak salah. Sayang, seri pembuka GP Qatar akhir pekan ini harus dibatalkan karena virus korona.

Padahal, itu adalah momen penting bagi Quartararo untuk membuktikan hasil positif yang diraihnya pada tes pramusim kedua di Qatar. "Hasil simulasi balapan kami sangat bagus. Aku rasa kami masih bisa lebih baik lagi di balapan nanti," ucapnya dilansir Crash.

Harapan besar Yamaha akan disematkan kepada Maverick Vinales. Hasil positif juga dirasakan mantan rider Suzuki tersebut sepanjang tes pramusim. Sekali lagi, Vinales pasti menyesali keputusan MotoGP yang membatalkan balapan seri pembuka.

Dari semua rider, dia yang paling siap untuk bertarung. Dia menjadi rider kedua yang melahap paling banyak lap di Losail setelah Franco Morbidelli (Petronas Yamaha). Pace-nya pun sungguh meyakinkan. "Aku senang potensi itu ada dalam diriku. Bukan sekadar ada di Yamaha," yakinnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook


Achmad - Idul Fitri

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-06-02.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com