PEJUANG VAKSIN COVID-19

Lebih Dekat dengan Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Pahlawan Kesehatan Indonesia

Advertorial | Rabu, 11 November 2020 - 17:02 WIB

Lebih Dekat dengan Prof Sri Rezeki Hadinegoro, Pahlawan Kesehatan Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam upaya pencegahan penyakit, ada dua aspek dasar yang harus dipenuhi oleh negara. Pertama air bersih yang merata dan kedua imunisasi. Saat dua hal ini bisa disediakan oleh negara, maka 70 persen masalah kesehatan anak terkait infeksi dapat diatasi. Hal ini ditegaskan Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, yang disebut sebagai pahlawan kesehatan Indonesia. 

Memang, saat ini Indonesia masih berjuang untuk dapat memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri. Dibalik upaya ini, ada orang-orang yang memiliki andil besar. Salah seorang dari mereka adalah Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro. Perempuan kelahiran Solo, 3 Mei 1946, mulai akrab dengan vaksin sejak bergelut dengan penyakit infeksi pada anak-anak. 

Baginya, kesehatan anak adalah ilmu tersulit dalam kedokteran. Alasannya sederhana, bayi dan anak-anak sulit untuk ditanya sehingga dokter punya tantangan tersendiri dalam memberikan diagnosis.

Berangkat dari minat yang digelutinya, Prof Sri berpikir bahwa imunisasi perlu dilakukan lebih masif untuk mencegah terjangkitnya penyakit infeksi pada anak-anak. Seiring berjalannya waktu, Prof Sri kemudian bertugas di RS Cipto Mangunkusumo dan semakin banyak bergelut dengan penyakit infeksi pada anak-anak. 

Perjalanan Prof Sri dalam memperjuangkan imunisasi semakin matang setelah dirinya didapuk sebagai Ketua Satgas Imunisasi dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan menjadi Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sampai saat ini. 

Sejak awal, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia ini menyadari bahwa permasalahan kesehatan anak-anak Indonesia cukup besar. Kesadaran tentang betapa pentingnya vaksin semakin terpupuk setelah dirinya pindah tugas ke Jakarta dan merintis program karang balita, yang kemudian bertransformasi menjadi posyandu.

Bagi Prof Sri, vaksinasi atau imunisasi merupakan standar kesejahteraan sebuah negara. Cakupan vaksinasi yang luas, memberi gambaran sejauh mana negara tersebut maju- baik secara ekonomi atau sosialnya. 

Diskes Rohul Lawan Covid-19

"Jadi kalau mau melihat standar sejahteranya satu negara, imunisasi adalah salah satu indikatornya," katanya dalam Dialog Produktif bertema Berjuang Tanpa Lelah Menyiapkan Vaksin’ yang digelar di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (10/11/2020).

Perempuan yang dilantik sebagai Guru Besar FKUI pada 2010 lalu ini, menempuh pendidikan kedokterannya di Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung dan lulus pada tahun 1972. Kemudian melanjutkan ke program spesialis FKUI dengan spesialisasi Ilmu Kesehatan anak hingga tahun 1983. Gelar doktor ilmu kesehatan anak didapatnya dari Universitas Indonesia pada tahun 1996. Selain itu, Prof Sri juga sempat menempuh pendidikan tambahan di Jepang. (adv)

 








youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  2020-11-24.jpg

loading...
PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com