(RIAUPOS.CO) - "Mana kunci motor saya, saya takut ketemu polisi," jelasnya sambil menangis di hadapan petugas.
Mahasiswi yang menuntut ilmu di salah satu universitas di Kota Pekanbaru itu mengendarai motor seorang diri, tanpa sebab tiba-tiba ia menangis saat ditilang.
Sontak kejadian ini sempat membingungkan petugas Lantas Polsek Tampan mulai dari polisi wanita (Polwan) harus membujuknya agar berhenti menangis.
Saat dihentikan petugas, memang dirinya tidak memakai pelindung kepala alias helm. Saat petugas meminta mahasiswi asal Teluk Kuantan itu memperlihatkan surat izin mengemudi (SIM) dan STNK, dirinya langsung menolak untuk memperlihatkanya.
Tangisan dan rengekan sang mahasiswi ini tidak membuat polisi diam saja. Akhirnya sepeda motor bebek yang ia kendarai tetap dibawa petugas ke depan Mapolsek Tampan.
Petugas pun tetap memberikan surat tilang kepada mahasiswa tersebut. Saat itu setelah dibujuk Polwan agar tidak menangis, dirinya langsung menjemput helm.
Saat dihampiri Riau Pos, mahasiswi itu mengatakan dirinya menangis karena sejak kecil takut dengan aparat kepolisian. Pasalnya dirinya mengaku pernah ditilang polisi dengan nada suara keras.
"Waktu kecil saya pernah ditilang, saya takut saat itu polisinya marah-marah," jelasnya.
Editor : Rindra Yasin