Aksesoris berbahan leather atau kulit memang tak ada matinya. Di tengah perbuahan trend gaya hidup saat ini, aksesoris kulit seperti jam, dompet, tas dan lainnya masih memiliki tempat di hati masyarakat. Bukan tanpa alasan, karena aksesoris kulit biasanya menawarkan kualitas, awet dengan desain yang eksklusif dan berkelas.
RIAUPOS.CO - Untuk memiliki produk leather berkualitas nyatanya kita nggak perlu pesan jauh-jauh ke luar kota ataupun luar negeri. Di Kota Pekanbaru sendiri, ada pengrajin yang khusus membuat produk-produk berbahan leather. Alvin (35) tahun mengaku sudah sejak 2014 aktif membuat dan memasarkan produk leather seperti tali jam, tas, dompet dan lainnya. Semua ia kerjakan sendiri atau dibuat secara handmade. Bahan yang digunakan juga 100 persen kulit asli.
Karena dibuat sendiri, customer pun bisa request sesuai selera atau customable. “Keunggulan kita terutama di custom handmade. Jadi apa yang diinginkan customer bisa kita penuhi. Spesialis produk kita di tali jam kulit. Karena setiap jam tangan pasti berbeda ukuran dan kita bisa membuat sesuai ukuran dan model,” ujar owner Alvin and Mo Leather ini.
Proses pengerjaannya tentunya cukup memantang. Di mulai dari pemilihan kulit, memotong, lem, menjahit dan finsihing. Sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Dikatakan Alvin, setiap prosesnya memiliki kesulitan tersendiri. Baik itu pembuatan pola, pemotongan dan jahit tangan.
“Karena harus teliti dan presisi. Walaupun segala sesuatu kita bikin secara manual dan handmade, dan saat kita mencari ide-ide yang unik dalam setiap proses pembuatan. Kita juga harus dituntut mempunyai karakter di setiap brand yang kita produksi,” sambungnya.
Karena itu wajar jika produk kulit masih banyak dicari. Karena menawarkan kualitas dan memiliki karakter yang kuat.
Untuk proses pembuatannya sendiri tergantung produk yang dipesan. Contohnya seperti seperti gelang, kalung dan gantungan kunci. Ketiga produk itu bisa ditunggu, karena proses pengerjaannya sederhana. Kemudian untuk tali jam kulit, pengerjaannya bisa 1 sampai 2 harian. Pengerjaan paling lama biasanya seperti tas laptop kulit. Waktunya bisa sampai 2 mingguan karena membutuhkan proses yang cukup panjang dan rumit.
“Apalagi produk kita rata-rata pesanan request customer,” terang Alvin yang belajar membuat produk kulit secara ototdidak ini.
Selain bisa memilih model atau request desain, customer juga bisa request kulit yang digunakan. Mulai dari jenis kulit Vegetable Tanned, Pull up dan jenis kulit Clasics Crazy Horse.
“Bahan mentah kulit sendiri kita masih ambil di Jawa sana. Karena di Pekanbaru belum ada pengolahan bahan kulit. Untuk pilihan kulit yang pasti tergantung kebutuhan. Kalau buat tas kulit alangkah bagusnya bahan yang lembut dan lentur seperti jenis kulit pull up atau crazy horse,” paparnya lagi.
Soal harga, tentunya juga sesuai dengan effort dan hasil yanh disajikan. “Harga tergantung setiap produk contoh gelang kulit kita dari Rp25 ribu sampai Rp100ribu dan tali jam Rp150 ribu sampai Rp250 ribu tergantung jenis kulit dan tingkat kerumitan,” jelasnya.
Wah, masih terjangkau ya. Pantas saja banyak masyarakat yang tertarik dengan produk kulit handmade buatan Alvin ini.
Ke depan, Alvin berharap produk kulit buatan lokal ini bisa berjaya di negeri sendiri. Ia mengaku ingin memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang produk kulit asli dan imitasi. “Karena sangat sulit membedakan kulit asli dan imitasi,” ujarnya.
Ia juga ingin, pelaku usaha kerajinan seperti dirinya bisa semakin didukung. “Mudah-mudahann ke depannya ada wadahnya tersendiri di Kota Pekanbaru ini buat industri kerajinan dan industri krative atau kriya,” harapnya.
Buat pecinta produk berkualitas, penganut gaya hidup minimalis dan pendukung produk lokal, aksesoris kulit ini bisa jadi pilihan kamu.***
Laporan: SITI AZURA