PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Awal Bros kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang mengedepankan integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai etika, dan kemanusiaan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertema “Sexual Differentiation: Science, Ethics, and Human Rights” yang digelar di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Awal Bros, Sabtu (1/11).
Acara ini menghadirkan dua narasumber ternama di bidangnya, yaitu Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG(K) MPH dan Prof Dr dr Dedi Afandi DFM SpFM SubspEM(K) MM MARS MH. Kedua pakar ini membahas secara mendalam fenomena diferensiasi seksual dari sudut pandang ilmiah, etika kedokteran, serta hak asasi manusia.
Kegiatan kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Awal Bros Dr Yulianti Wulandari SKM MARS, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema ini sangat relevan di era modern, di mana isu-isu terkait seksualitas tidak hanya menjadi ranah medis, tetapi juga sosial dan moral.
“Universitas Awal Bros berkomitmen menjadi ruang dialog akademik yang terbuka dan beretika. Melalui kuliah umum ini, kami ingin menanamkan kepada mahasiswa pentingnya memahami sains tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan etika profesi,” ujar Dr Yulianti dalam sambutannya.
Acara ini dipandu dengan hangat dan profesional oleh dr. Rahmdina, M.Biomed selaku moderator, yang berhasil menjaga dinamika diskusi tetap aktif antara narasumber dan peserta.
Menariknya, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 peserta baik secara luring maupun daring, terdiri dari mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang muncul selama sesi tanya jawab, menandakan besarnya minat publik terhadap isu sains, etika, dan hak asasi manusia dalam bidang kesehatan reproduksi.
Sebagai penutup, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Universitas Awal Bros, R Sri Ayu Indrapuri MPd, yang juga bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap para narasumber dan peserta.
“Kuliah umum ini bukan sekadar ajang transfer ilmu, tetapi juga refleksi bagi kita semua tentang bagaimana ilmu kedokteran harus senantiasa berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Universitas Awal Bros terus berupaya menghadirkan kegiatan akademik yang berdampak luas bagi mahasiswa dan masyarakat,” ungkap R Sri Ayu Indrapuri.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Awal Bros berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kemanusiaan.(adv)
Editor : Arif Oktafian