Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Setahun Kepemimpinan Agung–Markarius, Satu per Satu Program Kerja Terealisasi dan Buahkan Kepuasan Masyarakat

M Ali Nurman • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:17 WIB
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan sambutan saat rapat koordinasi bersama Forkopimda kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan sambutan saat rapat koordinasi bersama Forkopimda kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tepat pada 20 Februari 2026, genap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM bersama Wakil Wali Kota H Markarius Anwar ST MArch memimpin Kota Bertuah. Dalam kurun waktu tersebut, satu per satu program kerja yang dijanjikan kepada masyarakat mulai terealisasi dan memberi dampak nyata dalam kehidupan warga.

Di bawah kepemimpinan Agung–Markarius, Pekanbaru bergerak dengan arah pembangunan yang lebih terstruktur, pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang dibenahi secara menyeluruh. Berbagai program yang sebelumnya hanya menjadi harapan kini diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret yang langsung dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa satu tahun pertama kepemimpinan ini menjadi fondasi penting dalam melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, seluruh program yang dijalankan selama satu tahun terakhir merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menunaikan amanah masyarakat serta memastikan pembangunan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turun langsung melakukan pengecekan pengerjaan perbaikan jalan di Pekanbaru.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turun langsung melakukan pengecekan pengerjaan perbaikan jalan di Pekanbaru.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan perubahan. Karena itu, program yang dijalankan bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan secara nyata dan bertahap. Fokus kami adalah memastikan pelayanan publik semakin dekat, pembangunan berjalan merata, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” ujar Agung, Selasa (5/5/2026).

Salah satu program yang langsung dirasakan masyarakat adalah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan.

“Penurunan tarif parkir ini merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus penataan kota agar lebih nyaman dan tertib,” katanya.

Dalam sektor pelayanan publik, Pemerintah Kota Pekanbarumenghadirkan Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan jemput bola. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh pelayanan perekaman maupun pembaruan data kependudukan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.

Selain itu, pembenahan tata kota juga dilakukan melalui penertiban sekitar 500 tiang reklame yang tidak sesuai aturan. Langkah ini dilakukan untuk memperindah wajah kota sekaligus memperluas ruang terbuka dan meningkatkan estetika lingkungan perkotaan.
“Penataan kota harus dilakukan secara bertahap agar Pekanbaru menjadi kota yang tertib, nyaman, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Pada sektor lingkungan, Pemerintah Kota Pekanbaru menggulirkan Gerakan Serbu Sampah serta membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Program ini menjadi pendekatan baru dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal juga dilakukan secara tegas untuk menciptakan efek jera.
“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci agar Pekanbaru menjadi kota yang lebih bersih dan sehat,” tegas Agung.

Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi. Program ini menjadi langkah baru Pekanbaru dalam pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.

Di sektor pengendalian banjir, Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan penanganan di 20 titik rawan banjir. Upaya tersebut diperkuat dengan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta normalisasi drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer.
Selain itu, sebanyak 15 ribu pohon ditanam sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan.

Pada bidang infrastruktur, capaian pembangunan juga tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan berhasil diperbaiki, mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan. Pemerintah juga melakukan peremajaan 42 halte, pemasangan lampu penerangan jalan, serta penyediaan layanan wifi gratis di sejumlah titik.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan arahan pada jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemko Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan arahan pada jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemko Pekanbaru

 

“Kami ingin pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kota,” ucap Agung.

Solidaritas sosial juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru. Di bawah kepemimpinan Agung–Markarius, Pemko Pekanbaru menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berupa bantuan tunai Rp3 miliar dan sembako senilai Rp1,5 miliar.

Pada sektor pendidikan, berbagai program dijalankan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah menyediakan bus Transmetro gratis bagi pelajar serta menghadirkan Oplet AMAN sebagai feeder di kawasan permukiman.


Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyalurkan beasiswa pendidikan jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an. Selain itu, Program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar belakang permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Pekanbaru yang kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Pemerintah juga membantu menyelesaikan persoalan ijazah tertahan serta membantu perlengkapan sekolah bagi masyarakat kurang mampu. Dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun, Pemko Pekanbaru mewujudkan program 1 PAUD 1 Kelurahan yang diintegrasikan dengan layanan posyandu.
Pelatihan kader posyandu juga dilakukan untuk meningkatkan kompetensi kader sekaligus menjadi strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Pekanbaru menjalankan pemeriksaan kesehatan gratis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam bidang budaya dan prestasi, Pekanbaru berhasil meraih Juara 2 MTQ tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ tingkat kota ke-57. Festival Kreatif Budaya Melayu juga digelar untuk menghidupkan nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.

Gaya hidup sehat turut didukung melalui pelaksanaan Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Sementara itu, pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui Program Rp100 juta per RW yang memberikan ruang kepada masyarakat menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya masing-masing.

Untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan, Pemko Pekanbaru juga melakukan pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu serta memberikan tunjangan kinerja ke-14.

Dari sisi tata kelola pemerintahan dan ekonomi, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan periode sebelumnya senilai Rp467 miliar. Pemerintah juga mendorong masuknya investasi baru dan melakukan percepatan pelayanan perizinan.
Salah satu terobosan yang mendapat perhatian masyarakat adalah pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

“Percepatan pelayanan ini dilakukan untuk memberikan kepastian usaha sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di Pekanbaru,” jelas Agung.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan rasa aman masyarakat, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 yang diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai kondisi darurat di tengah masyarakat.

Selain program daerah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengakselerasi berbagai Program Strategis Nasional (PSN). Di antaranya program Makan Bergizi Gratis dengan dukungan 27 dapur umum yang menyiapkan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi setiap hari.

Program lain yang terus berjalan yakni pembentukan Koperasi Merah Putih berbadan hukum di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard di sekolah negeri, pembangunan Sekolah Rakyat, pengentasan kemiskinan melalui penguatan UMKM, pengelolaan sampah terpadu berbasis LPS, pembangunan rumah swadaya, hingga pengembangan jaringan gas kota sebanyak 20 ribu sambungan rumah.

Selain PSN nasional, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mendukung berbagai proyek strategis wilayah seperti pembangunan Jalan Tol Rengat–Pekanbaru, Tol Pekanbaru–Bukittinggi–Padang, pengembangan akses exit tol, hingga SPAM Regional Pekanbaru–Kampar.

Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengusulkan sejumlah proyek strategis baru seperti pembangunan sistem transportasi massal BRT, pembangunan Jembatan Siak V dan Pekanbaru East Outer Ring Road, peningkatan ketangguhan banjir, penyediaan rumah murah, revitalisasi waterfront Sungai Siak, penataan Kota Tua Pekanbaru, hingga pengembangan kawasan wisata Muara Takus–Siak.

Dalam penetapan proyek strategis Kota Pekanbaru 2025, pemerintah juga mengalokasikan anggaran pembangunan mencapai Rp217,08 miliar untuk berbagai sektor, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, infrastruktur kawasan, jalan dan drainase, pengembangan SPAM dan air bersih, transportasi, pertamanan, operasional persampahan, kesehatan, hingga pertanian dan perikanan.

Agung menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Kami menyadari pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi dan dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama. Dengan fondasi yang telah dibangun selama satu tahun ini, kami optimistis Pekanbaru akan terus bergerak menjadi kota yang bersih, sehat, berdaya saing, dan membanggakan bagi generasi masa depan,” tutupnya. (Ali)

Editor : Arif Oktafian
#markarius anwar #agung nugroho #program kerja #pekanbaru