PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suatu hari Nisa sedang terburu-buru pergi ke kantor. Bagaimana tidak, hari itu ia bangun kesiangan dan bisa dipastikan ia akan telat.
Nisa tidak sempat mandi, ia hanya menggosok gigi, dan mencuci muka, dan memakai parfum seperlunya. Saking buru-burunya ia juga lupa untuk memakai kaus kaki.
Nisa terlambat 30 menit. Sesampainya di kantor, ia mendapat omelan dari atasannya. Terlebih dalam beberapa pekan ini, ia sudah terlalu sering terlambat.
Keapesan Nisa tak berhenti di situ. Saat ia pulang dan tiba ke rumah, ia mencari-cari kunci rumah namun tidak menemukannya.
Ia sangat panik, karena jika hilang, ia tak hanya kehilangan kunci rumah tapi kunci kamarnya.
Menyerah, Nisa segera menelepon saudaranya di rumah untuk membuka pintu.
Namun ternyata tidak ada satu orang pun di rumah, dan mereka baru akan pulang setelah Salat Isya nanti.
Ia pun menyesali keteledorannya hari itu. Masalah-masalah datang berbarengan dan berhasil membuat Nisa kelabakan. Saat saudaranya sampai di rumah, ia menangis tersedu-sedu dan mengadu betapa beratnya hari ini.
Mendengar hal tersebut, saudara Nisa pun tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya menasehati Nisa untuk tidak teledor lagi.
Rupanya, Nisa tidak kehilangan kunci, ia hanya meninggalkannya di meja ruang tamu sebelum berangkat bekerja.
"Makanya jangan teledor, susah sendiri kan," kata saudara Nisa.(anf)
Editor : Diana