JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Heboh video syur seakan tak berkesudahan seiring media sosial menjadi tempat berselancar seolah jadi keperluan sehari-hari warganet. Baru saja video guru dan murid Gorontalo viral, kini link video Zahra Seafood yang ramai dicari di TikTok dan X (sebelumnya Twitter,red).
Link video Viral Zahra Seafood ramai di media sosial, terutama di TikTok dan Twitter. Ini karena banyak orang penasaran tentang siapa Zahra Seafood sebenarnya.
Tiba-tiba nama Zahra dicari oleh netizen yang penasaran dengan video 6 menit 40 detik.
Lantas, siapa Zahra Seafood?
Zahra adalah seorang konten kreator di TikTok yang bekerja sebagai pelayan di restoran Seafood Bakaran, salah satu tempat makan favorit di kawasan tersebut.
Belakangan ini, Zahra menjadi sorotan di media sosial, terutama di platform TikTok dan Instagram.
Banyak orang yang penasaran dengan sosok Zahra yang tengah dibicarakan banyak orang.
Baca Juga: Video Guru dan Murid di Gorontalo Berdurasi 7 Menit Viral, 9 Fakta Ini Bikin Link Video Masih Dicari
Zahra aktif sebagai tiktokers dan juga dikenal sebagai kreator konten di media sosial lainnya.
Dia memiliki akun TikTok bernama @zhraagsti, yang diikuti oleh 606.2 ribu penggemar. Di Instagram, Zahra menggunakan nama @zhraagsti_.
Kronologinya mulai dicari netizen setelah akun TikTok @captain.raff mengunggah video yang memperlihatkan seorang wanita berpakaian biru dengan tulisan "Seafood Bakaran."
Baca Juga: Akibat Video Guru dan Murid di Gorontalo Berdurasi 7 Menit Viral, Ini Permintaan KPAI bagi Korban
Dalam video tersebut, seorang pria mengajukan pertanyaan kepada Zahra, “Maukah kau menikah denganku?” Momen ini memicu banyak komentar dari warganet yang menyebutkan “Zahra 6 menit 40 detik.”
Baca Juga: Video Guru dan Murid di Gorontalo Berdurasi 7 Menit Viral, 9 Fakta Ini Bikin Link Video Masih Dicari
Komentar ini dengan cepat menjadi tren, dan banyak pengguna TikTok penasaran mengenai makna frasa tersebut.
Beberapa orang mengaitkan hal itu dengan video-video yang tidak pantas, yang semakin membuat situasi semakin ramai.
Komentar “Zahra 6 menit 40 detik” membuat banyak orang beranggapan bahwa itu merujuk pada adegan dalam video yang kontroversial atau video yang bersifat eksplisit.
Namun, penting untuk berhati-hati saat menjelajahi internet dan mengklik link yang mungkin merupakan phishing.
Dengan meningkatnya rasa ingin tahu di kalangan pengguna internet, banyak yang mulai membagikan link ke video Zahra seperti video viral lainnya yang melibatkan guru dan siswa dari Gorontalo.
Tautan yang diklaim mengarah ke video tersebut banyak beredar di berbagai platform seperti Telegram, Dood, Terabox, dan Mediafire.
Baca Juga: Tangkap Pelaku Phising, Sita Aset Rp5,1Miliar
Namun, sebagian besar tautan ini ternyata palsu dan dapat membahayakan penggunanya.
Pengguna yang tidak waspada berisiko menjadi sasaran penipuan, yang bisa berakibat pada kerugian finansial atau pencurian data pribadi.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena masih banyak pengguna internet yang belum sepenuhnya menyadari risiko terkait tautan-tautan mencurigakan.
Salah satu metode umum yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber adalah phishing, di mana mereka berusaha mencuri informasi sensitif seperti kata sandi dan detail rekening bank.
Baca Juga: Penipuan Pakai Situs Phising Terungkap, Begini Modusnya
Selain itu, penting untuk diingat bahwa membagikan tautan video yang berpotensi mengandung unsur pornografi dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum.
Pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai dengan UU Pornografi No. 44 Tahun 2008 Pasal 4 ayat (1), yang melarang penyediaan dan penyebaran materi pornografi.
Baca Juga: Promosikan Konten Judi dan Pornografi, Kemenkominfo Ancam Blokir Telegram dan X
Hukuman bagi pelanggaran ini dapat berupa penjara minimal 6 bulan hingga maksimal 12 tahun, serta denda antara Rp 250 juta hingga Rp 6 miliar.
Sumber: Solobalapan.jawapos.com
Editor : RP Eka Gusmadi Putra