ATAN merupakan seorang pemuda yang terkenal pemberani. Bahkan, karena keberaniannya, pria yang tinggal di Pasar Baru, Kecamatan Pangkalankerinci ini dikenal warga dengan gelar “sepeda tak berlampu”.
Suatu hari, Isap, seorang preman tanggung bersama temannya bernama Mukti, tengah melintas di depan rumah Atan.
Kedua pemuda ini melihat di depan rumah Atan, pohon rambutan sedang berbuah berwarna merah menyala. Hal ini membuat Isap tergiur untuk mencuri buah rambutan itu.
Hanya saja, niat itu dipatahkan rekannya Mukti yang mengingatkan agar Isap tidak nekat mencuri buah rambutan milik Atan karena Atan adalah sepeda tak berlampu.
Karena penasaran, sambil mengendap-endap, Isap pun terus menyelidiki keberadaan Atan yang dikiranya menggunakan sepada tak berlampu. Namun, hingga malam hari tiba, Isap tak kunjung melihat Atan keluar dan berjalan menggunakan sepeda tak belampu.
”Ngapain kau, Bro? Macam ninja aja mengendap-endap di rumah Atan,” kata Mukti.
”Aku penasaran, Bro. Katanya Atan sepeda tak berlampu. Tapi, dari tadi aku tunggu tak ada kelihatan Atan keluar pakai sepeda tak berlampu,” jawab Isap.
”Alamaaaak…!!! Isap... Isap... Sepeda tak belampu itu maksudnya bukan Atan pakai sepeda, tapi itu hanya gelar saja. Makna dari gelar itu adalah Atan orang yang tak pandang bulu memukul orang kalau dia dirugikan. Apalagi kau mau mencuri buah rambutannya. Pasti babak belur lah kalau ketahuan sama dia,” kata Mukti.(amn)
Editor : Arif Oktafian