Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ompong

Monang Lubis • Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:55 WIB
Ompong - alamak
Ompong - alamak

Pagi itu Ramzi datang ke warung kopi dengan wajah murung. Lalu duduk dengan diam sambil memainkan ponselnya.

”Kenapa Zi? Murung sejak tadi,” tanya Bebe.

”Tak ada apa-apa,” jawab Ramzi, masih fokus dengan ponselnya.

Lalu Ramzi mengangkat wajahnya dari melihat layar ponsel, sambil menutup mulutnya.

”Kenapa mulutmu, Zi? Kenapa ditutup?” cecar Bebe.

Lalu Ramzi melepas tangannya dari mulutnya sambil menunjukkan gigi depannya sudah ompong satu.

”Alamaaaak….!!!! Kenapa bisa ompong gitu?” tanya Bebe heran.

”Gigi ini sebenarnya sudah agak goyang saat main futsal sebulan lalu. Semalam petang, Raja, anak pertama aku main bola di dalam rumah. Saat itu posisi aku sedang telungkup sambil main game,” jelas Ramzi.

”Terus….?” ucap Bebe penasaran masih dalam senyum.

”Bola yang tendang Raja, memantul kena mulut aku,” jelas Ramzi.

Tidak langsung lepas gigi ini. Paginya, saat makan kue, patah dan ompong gigi depan ini.

”Berarti baru tadi patahnya dan sekarang jadi ompong gini,” ucap Bebe.

”Benar,” jawab Ramzi.

”Serba salah aku sekarang, dengan kondisi gigi seperti ini,” tambah Ramzi.

”Selow lah Zi, baru gigi yang diambil Allah. Orang lain, ada yang gak punya tangan, gak punya mata, ada yang botak. Terpenting sekarang, semua tetap sehat,” ucap Bebe.

Akhirnya kepercayaan diri Ramzi pun pulih. Tak menutup mulut lagi saat tersenyum.(mng)

Editor : Arif Oktafian
#alamaaak #warung kopi #ompong #Cerita