(RIAUPOS.CO) - Siang itu, panas terik matahari sangat menyengat di kulit. Antrean panjang di Dermaga Ro-Ro Sungai Selari-Pakning tidak hanya membuat kucuran keringat membasahi tubuh calon penumpang kapal yang menunggu keberangkatan.
Namun penyeberangan ro-ro Bengkalis sedang ada masalah. Ada kapal yang sedang rusak dan tidak bisa digunakan. Sehingga hanya satu kapal yang melayani penumpang.
Dan siang itu, Saf, seorang sopir ambulans terpaksa ikut mengantre. Ia berangkat dari Kota Pekanbaru dan ingin menuju ke Pulau Bengkalis. Di dalam mobil ambulansnya terbujur kaku jenazah manusia.
Sejak pagi dari Kota Pekanbaru, Saf sudah memacu kendang kendaraanya agar mayat yang dibawanya segera sampai ke rumah duka di Pulau Bengkalis. Namun ia tak menyangka harus menunggu lama di dermaga.
”Alamaaak...!!! Kok antre panjang? Ini harus cepat sampai. Kita membawa jenazah untuk diseberangkan ke Pulau Bengkalis. Kalau tidak akan membuat tempat jasadnya membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap,” ucap Saf kepada keluarga jenazah.
Keluarga itu pun berusaha mencari jalan lain. Mereka terpaksa menyewa speedboad. Akhirnya jenazah tersebut dibawa ke Pulau Bengkalis menggunakan speedboat.
”Untung ada speedboad yang bisa dimintai bantuan. Kalau tidak... Alamaklah malam jenazahnya sampai di rumah keluarganya,” ucap Saf.
Ia mengaku, membawa jenazah merupakan pekerjaannya setiap hari. Namun baru kali ini ia mengalami kejadian antre panjang untuk bisa menyeberang. Makanya ia meminta ke petugas agar memberikan dispenisasi agar laluannya dipermudah.
”Ya, kami berharap kondisi penyeberangan ro-ro ini tidak macet lagi dan segera lancar,” harapnya.(ksm)
Editor : Arif Oktafian