(RIAUPOS.CO) - Sudah beberapa hari ini warga di Kepulauan Meranti dihadapkan dengan masalah kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram (kg).
Daripada tak bisa memasak gara-gara tak ada elpiji, Rahmat pun memilih memakai kayu bakar untuk memasak. Apalagi sehari-hari Rahmat menjual gorengan.
”Alamaaak….!!! Macem balek (kembali) ke zaman dulu lah,” katanya bercerita.
Rahmat pun cukup kesulitan mengatur besar api dari kayu bakar.
”Kalau angin kencang, gorengan gosong. Kalau api kecil, malah mentah,” ujar Rahmat sambil mengipas api kayu dengan kertas kardus.
Kesulitan pun dirasakan ibu rumah tangga.
”Sudah keliling tiga tempat, tetap nggak ada elpiji 3 kg,” keluh Sulastri, warga Alah Air.
Bahkan, pemandangan di pangkalan elpiji juga tak kalah lucu. Warga antre seperti mau melihat konser K-Pop. Setiap ada truk yang lewat, warga berharap itu adalah truk pembawa elpiji 3 kg. ”Bang!! Mampir dulu, Bang! Gas kami tinggal doa!” teriak Dery ke sopir truk saat mengantre di pangkalan elpiji.(wir)
Editor : Arif Oktafian