Dua anak kos, Riko dan Bayu harus menelan kenyataan pahit. Uang makan siang mereka hilang entah ke mana. Niat beli nasi langsung batal dan berubah jadi puasa tidak terjadwal.
”Aku buka dompet, isinya cuma kartu. Uangnya mungkin kabur karena malu miskin,” kata Riko pasrah.
Bayu punya teori lain. ”Kayaknya uangnya pensiun dini. Capek kali dibelikan Indomie terus,” ujarnya.
Karena dompet mendadak kosong, keduanya hanya bisa menatap warung makan dari kejauhan sambil menelan ludah. Mereka menyebut kejadian itu sebagai puasa awal bulan.
”Ya hikmahnya, hemat,” tambah Bayu.
”Hemat makan, hemat tenaga, hemat harapan,” sambungnya.
Keduanya hanya berharap satu hal ke depan, uang tidak lagi hilang secara mandiri, dan mereka bisa makan nasi tanpa drama lagi.(ilo)
Editor : Arif Oktafian