PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Erwin, harus menelan kenyataan pahit bercampur lapar pada momen Iduladha tahun ini. Sejak pagi ia sudah percaya diri bakal mendapat jatah daging kurban lebih cepat. Bahkan, pria tersebut mengaku sengaja tidak memasak nasi dan lauk lain karena yakin siang harinya bisa langsung menyantap gulai daging segar.
Dengan penuh optimisme, Erwin sudah mondar-mandir di sekitar masjid sambil sesekali melirik meja panitia. Namun harapan tinggal harapan. Panitia masjid ternyata baru mengumumkan pembagian daging dilakukan menjelang sore hari setelah seluruh proses penimbangan selesai. Mendengar pengumuman itu, wajah Erwin yang tadinya cerah mendadak layu seperti kerupuk kena hujan.
“Kirain habis Zuhur sudah bisa masak rendang. Tadi saya sampai bilang ke rumah jangan beli lauk dulu,” ujar Erwin sambil tertawa malu. Karena perut sudah terlanjur keroncongan, ia akhirnya hanya makan roti dan minum teh manis sebagai penyelamat sementara sambil menunggu kantong daging tiba di tangan.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Coret-Coret!
Kisah Erwin pun jadi bahan candaan warga sekitar. Beberapa tetangga bahkan menggoda dirinya terlalu percaya diri terhadap “jadwal turun daging”. Meski batal makan siang dengan menu kurban, Erwin mengaku tetap bersyukur. “Yang penting dapat dagingnya. Cuma perut saya tadi keburu demo duluan,” tutupnya sambil tertawa.(ilo)
Editor : Arif Oktafian