Belakangan ini, kebiasaan nongkrong sambil menyeruput kopi di kafe sudah menjelma menjadi ritual wajib banyak orang. Terutama di kalangan generasi muda asal Kepulauan Meranti.
Ada yang datang buat ngopi, ada yang buat kerja, ada juga yang cuma numpang WiFi dan colokan.
Tapi jangan salah, tren ini bukan cuma milik anak muda. Kaum paruh baya sampai yang rambutnya mulai beruban pun sekarang ikut meramaikan dunia perkafean. Istilahnya, dari yang paham latte art sampai yang tahunya kopi ya kopi.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Minum Kopi!
Di balik tren tersebut, tak jarang muncul kejadian-kejadian kocak dan unik yang bikin pengusaha kafe kadang bingung mau ketawa atau menjelaskan lagi dari awal.
Salah satunya dialami Dede, pengusaha Kafe Harbour di Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Lupa Makan!
”Ada orang baru, usia paruh baya, pesan americano dari list table yang tertera,” cerita Dede.
Begitu kopi selesai dibuat dan disajikan, drama pun dimulai. Pengunjung tersebut langsung menatap gelas kopinya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Mungkin antara penasaran, bingung, dan sedikit curiga.
Ia kemudian menyeruput pelan-pelan. Baru satu tegukan, wajahnya langsung berubah.
”Terus pas dia minum, katanya pahit kali. Mimik mukanya langsung berubah dan meminta tambah gula. Namun setelah kami jelaskan barulah dia paham jika ia memang salah pesan,” ujarnya sembari tertawa.
Dede katakana dunia perkopian memang penuh kejutan. Kadang pelanggan pesan kopi modern, tapi lidahnya ternyata masih setia pada kopi sachet legendaris.(wir)
Editor : Arif Oktafian