Musim durian menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di Pulau Bengkalis. Tak hanya buah yang rasanya menggoda lidah dengan aroma menyengat, namun menjadi perburuan pencinta durian khas Bengkalis.
Namun di balik aroma yang menggugah selera, ada kisah lucu para penjaga kebun durian.Di mana buah dengan aroma khas tersebut hanya jatuh pada malam hari saja.
Malam itu, Amat bersama adiknya sedang ada di pondok durian yang hanya mereka datangi saat musim durian tiba. Sudah satu bulan belakangan dia dan adiknya tidur di pondoknya untuk menunggu durian jatuh ke tanah.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Mancis Hilang!
Saat keduanya berjalan menggunakan penerangan lampu senter, tiba-tiba dari atas pohon ada bunyi buah durian yang jatuh, namun sebelum ke tanah terkena dahan.
”Alamaaak...!!! Untung tak kena kepala saya. Kalau tak bisa pecah kepala tertimpa durian. Untungnya ada bunyi saat buah terjatuh, jadi bisa menghindar,” ucap Amat sambil menghela napas panjang.
Ia mengaku, setiap malam menjaga kebun duriannya tidak ada hambatan apapun. Akibat kurang tidur dan harus jaga sepanjang malam, makanya harus tetap waspada.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Tanggal Merah!
”Ya, di atas kepala buah duriannya sedang lebat. Kalau tak hati-hati dan sigap menangkis, alamaklah nasib bisa jadi naas. Untung tak seberapa, tapi kepala pecah kena timpa buah durian,” ceritanya.
Saat menjelang dini hari, buah durian terus berguguran. Bunyi suara buah durian yang jatuh saling sahut-menyahut di keheningan malam. Sambil menuju sumber suara, Aman dan adiknya terus mengamati sumber suara yang jatuh tersebut.
”Kalau tak macam ni caranya bisa keduluan diambil orang jahil. Makanya harus dijaga setiap hari. Kalau tak alamat kepunan pemilik kebun nak makan durian,” ujar Amat.(ksm)
Editor : Arif Oktafian