Isah dan suaminya pergi kondangan yang lokasinya masih satu kompleks perumahan dengan mereka. Maka di tengah teriknya matahari Pekanbaru siang itu, mereka menuju lokasi pesta. Sampai di sana setelah salaman dan menulis nama di buku tamu, mereka menuju meja hidangan yang sudah penuh antrean.
Suami Isah tampak mulai kegerahan karena kipas yang ada tak memadai untuk sekian banyak orang yang datang. Apalagi sang suami memakai baju batik lengan panjang pula.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Kopi Pahit!
”Sabar, itu ada es buah di sana. Nanti kita ambil,” kata Isah Begitu selesai mengambil hidangan mereka segera duduk. Suami Isah langsung menyeruput es buah yang mereka bawa. Mereka pun mulai makan.
Suami Isah tampak lahap memakan hidangan pesta. ”Sambal cabainya mantap.. Hahhhhhhh.. Hahhh..,” kata sang suami yang tampak kepedasan dan bercucuran keringat.
Baca Juga: Waspada Penipuan, Nomor WhatsApp Catut Nama Plt Kadisdikpora Kampar Helmi
”Mana air es tadi? Haaahhhh... Tadi kutarok di kursi ini. Kok tak ada lagi.. Haahhhh?” kata suami Isah sambil menengok ke kiri ke kanan. Isah pun turut mencari minuman es buah mereka.
”Haaa, itu keknya, Bang. Dibawa petugas katering! “ kata Isah setengah berteriak menunjuk seorang petugas katering yang lewat di samping mereka sambil membawa piring dan gelas kotor.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Beli Timbangan!
”Tolong, Sah! Ambilkan lagi air esnya.. Haahhhh.. Pedas kali ternyata,” kata sang suami sambil menahan pedasnya sambal cabai.
Isah pun bergegas mengambil es buah sambil menerobos tamu yang makin ramai datang.
Alamaaak....!!! Kasihannya lah suami Isah.(qom)
Editor : Arif Oktafian