Hari libur dimanfaatkan Soni untuk menyalurkan hobinya memancing di Sungai Indragiri. Seperti biasa, ia berencana mencari udang galah bersama seorang teman kantornya yang baru bertugas di Tembilahan, Ridwan.
Ridwan yang belum pernah ikut memancing bersama Soni mengira mereka hanya akan melempar pancing dari dermaga. Karena itu, ia santai saja saat keduanya berangkat menggunakan sepeda motor menuju tempat penyewaan pompong.
Sesampainya di lokasi, Soni sudah menyiapkan sebuah pompong kecil. Tanpa pikir panjang ia mengajak Ridwan turun ke sungai agar bisa memancing di lubuk yang menurutnya lebih banyak ikan dan udang.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Orangtua Lebih Gugup daripada Siswa!
”Yok kita naik pompong, langsung ke lubuknya,” ajak Soni.
Meski sempat ragu melihat ukuran pompong yang kecil, Ridwan tetap ikut. Rasa gengsi membuatnya tak mau terlihat takut.
”Amankan, Rid?” tanya Soni.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Kepergok Pegang Tangan Pacar Orang!
”Aman, Bang. Malam ni makan udang galah kita,” jawab Ridwan sambil tersenyum.
Beberapa saat setelah pancing dilempar, keduanya menikmati kopi dan roti sambil menunggu umpan disambar. Angin yang bertiup membuat pompong terus bergoyang mengikuti ombak Sungai Indragiri.
Belum sampai setengah jam, wajah Ridwan mulai pucat. Kepalanya terasa pening, perutnya mual, hingga akhirnya ia muntah-muntah. Roti yang baru dimakannya pun ikut keluar.
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Kembalian!
”Ngapa Rid, masuk angin kah?” tanya Soni.
”Mabuk, Bang, baru pertama kali naik pompong,” jawab Ridwan dengan wajah lemas.
”Alamaaaak...!!! Mabuk laut rupanya,” celetuk Soni sambil menarik pancingnya.
Melihat kondisi temannya semakin lemas, Soni memutuskan membatalkan kegiatan memancing. Ia langsung menghidupkan mesin pompong dan mengajak Ridwan kembali ke darat.
Setibanya di tempat penyewaan, pemilik pompong heran karena mereka pulang begitu cepat.
”Ada urusan mendadak ya, Bang? Belum ada sejam mancing,” tanyanya.
”Bukan. Kawan saya mabuk laut. Daripada pingsan di tengah sungai, biarlah tak dapat udang,” jawab Soni sambil tertawa.(*2)
Editor : Arif Oktafian