Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis yang Merespons Tak Etis Terhadap Pasien BPJS Disarankan Kemenkes Lapor ke KKI

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:39 WIB
Ilustrasi, ruang IGD rumah sakit.(JAWAPOS.COM)
Ilustrasi, ruang IGD rumah sakit.(JAWAPOS.COM)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Di tengah kepercayaan publik terhadap pelayanan pada institusi pemerintahan sekarang, masih ada saja oknum yang merusak imej di media sosial. Salah satunya yang terjadi terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan yang dikomentari tak etis oleh tenaga kesehatan (nakes).

Atas kondisi ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan masyarakat melaporkan tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga medis (named) ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Hal itu terkait komentar-komentar yang tidak etis terhadap salah seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial.

"Jika masyarakat menemukan dugaan adanya pelanggaran etik atau disiplin profesi tenaga medis/tenaga kesehatan, kami mengimbau agar disampaikan melalui mekanisme pengaduan di Konsil Kesehatan Indonesia (KKI)," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi, Rabu (5/8/2026) dikutip riaupos.jawapos.com dari jawapos.com.

Baca Juga: Jadwal Pemilihan Rektor Unri Disesuaikan, Kementerian Masih Lakukan Screening Tiga Calon Rektor

Ia menerangkan bahwa yang dapat memproses masalah etik nakes atau named adalah KKI.

"Sehingga dapat diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Aji.

Untuk diketahui, KKI adalah badan non-struktural yang bersifat independen di bawah Presiden atau Menteri Kesehatan. KKI bertugas mengatur, membina, dan meningkatkan mutu praktik tenaga medis serta tenaga kesehatan.

Baca Juga: Dampak Teror Monyet, Sekolah Wilayah Terdampak di Tembilahan Terapkan Belajar Daring

Selain itu, KKI juga memiliki tugas untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat terkait masalah kesehatan di Indonesia

Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang sempat melontarkan komentar tidak etis terhadap unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan di Threads ramai-ramai menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Hal itu setelah diketahui pemilik utas tersebut meninggal dunia dan netizen meneror mereka.

 

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltreach yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang perawatan selama delapan jam. Dalam unggahannya, ia menulis, "8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs."

Alih-alih mendapat tanggapan memuaskan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar yang dinilai tidak berempati. Beberapa akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan melontarkan komentar bernada sinis, bahkan ada yang menyarankan pasien masuk ke ruang jenazah hingga mengucapkan kalimat yang mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri.

Baca Juga: KPK Resmi Banding Putusan Abdul Wahid

Perbincangan berubah drastis setelah akun @hilperd yang mengaku sebagai sepupu pemilik utas, mengabarkan bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads. Sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita ke mana-mana bahkan ke keluarga, apa-apa disimpan sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis akun tersebut.

Kabar itu memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial kemudian menelusuri akun-akun yang sebelumnya memberikan komentar tidak pantas kepada korban. Setelah identitas mereka ramai diperbincangkan, sejumlah nakes akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf.

Editor : Eka G Putra
konsil kesehatan indonesia (KKI) komentar tak etis nakes kasus pasien bpjs dikomentari nakes pasien bpjs meninggal terlambat ditangani nakes komentar pasien bpjs