ALAMAK!!! Krisis Ekonomi

M Ali Nurman • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:34 WIB
ALAMAK!!! Krisis Ekonomi
ALAMAK!!! Krisis Ekonomi

Agus yang beberapa bulan ini pergi bekerja di luar daerah akhirnya pulang ke Tembilahan. Ada rasa rindu yang sudah lama ditahannya. Bukan hanya rindu keluarga, tapi juga rindu bersenda gurau bersama kawan-kawan sambil menikmati kopi.

Warung kopi langganan pun menjadi tujuan pertama. Dalam bayangannya, warung tersebut tentu masih seperti dulu. Ramai, suara obrolan bersahutan, sesekali terdengar tawa yang entah apa lucunya.

Namun, begitu sampai, Agus malah terdiam. Warung kopi milik Isam terlihat sepi. Beberapa meja kosong. Kursi-kursi yang biasanya diduduki kawan-kawannya malah seperti sedang menunggu pemiliknya pulang.

Baca Juga: ALAMAAAK! Dikira Razia

Agus celingukan. Satu per satu wajah diperhatikannya. Tak ada yang dikenalnya.

Karena bingung, Agus pun berinisiatif menghubungi Daud untuk menemaninya ngopi. Begitu Daud datang, Agus langsung mencari tahu keberadaan kawan-kawan mereka.

”Kemana kawan-kawan kita, Ud?” tanya Agus.

”Adalah, tapi sudah jarang keluar sekarang ni,” jawab Daud.

Jawaban itu membuat Agus semakin penasaran. Ia mengira kawan-kawannya sedang sibuk atau 
mungkin sudah punya kesibukan baru.

Baca Juga: ALAMAK!!! Tambal Ban

Isam, pemilik warung kopi, yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan itu pun ikut nimbrung.

”Sekarang dah tak kayak dulu lagi,” ucapnya.

Menurut Isam, kondisi warung memang sudah berubah. Kalau dulu pelanggan bisa duduk berjam-jam, sekarang suasana cepat sepi. 

Warung pun lebih cepat tutup. Bukan karena Isam sudah malas buka warung. Pelanggannya saja 
yang mulai pandai menghitung isi dompet. 

Baca Juga: ALAMAK!!! Curi Aki

”Iya, lagi krisis ekonomi ni, semua kayak gitu,” sahut Daud.

Agus hanya bisa mengangguk sambil menyeruput kopinya. Rupanya, selama beberapa bulan pergi, bukan hanya harga-harga yang berubah. Kawan-kawan ngopi pun ikut berubah.(*2)

Editor : Arif Oktafian
alamaaak alamak alamaak alamaaaak