Di salah satu rumah warga di Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Bengkalis sedang ramai. Warga berkumpul karena di sana sedang diadakan acara kenduri akikah menyambut kelahiran seorang anak.
Ketika sedang khusyuk membaca syair Al-Barzanji dan hendak melanjutkan doa, tiba-tiba lampu padam. Suasana yang semula khidmat mendadak berubah menjadi sedikit kelabakan. Para tamu yang tadinya duduk tenang, mulai sibuk mencari-cari sumber cahaya.
Ada yang menoleh ke kanan, ada yang menoleh ke kiri.
Maklumlah, syair Al-Barzanji harus terus dilanjutkan, sementara tulisan di dalam buku yang dibaca pula tiba-tiba ”menghilang” ditelan gelap.
”Alamaaaak…!!! Sedang baca syair Al-Barzanji, mati lampu pula,” ujar Bahtiar, seorang tamu yang duduk di samping sahabatnya malam itu.
Baca Juga: ALAMAK!!! Krisis Ekonomi
Menurut Bahtiar, kejadian seperti itu tentu membuat orang yang sedang membaca Al-Barzanji sedikit kelabakan. Sebab, kalau syairnya tidak hafal, bagaimana hendak membaca dalam keadaan gelap gulita.
”Kalau hafal tak masalah. Tapi kalau mengandalkan tulisan, bukunya pun tak nampak. Mau terus membaca, takut pula yang terbaca bukan Al-Barzanji,” katanya sambil tertawa.
Untung saja, tuan rumah sudah mempersiapkan listrik cadangan berupa mesin genset berukuran mini. Listrik pun kembali menyala.
Para pembaca Al-Barzanji pun kembali menemukan “jalan pulang” menuju baris syair yang sebelumnya sempat terhenti.(ksm)
Baca Juga: ALAMAK!!! Pintu Toilet
” Kalau tak ada listrik cadangan, alamaklah. Bisa-bisa doa tak selesai, pemberian nama anak pun tertunda. Tamu pulang, anak belum dapat nama,” kelakar Bahtiar.(ksm)
Editor : Arif Oktafian